- Youtube AH
STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23
tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan sejumlah momen yang menjadi penyesalan terbesarnya selama memimpin skuad Garuda.
Seperti diketahui, PSSI secara mengejutkan memecat Shin Tae-yong dari posisi pelatih kepala pada Senin (6/1/2025).
Selama hampir lima tahun sejak pertama kali diperkenalkan Desember 2019, pelatih asal Korea Selatan tersebut berperan besar dalam perkembangan Timnas Indonesia.
- tvOnenews.com - Julio Tri Saputra
Di bawah arahannya, Timnas Indonesia mencatat berbagai prestasi, di antaranya menjadi runner-up Piala AFF 2020 dan 2023, meraih medali perunggu SEA Games 2021, lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023, serta mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024.
Selain itu, ia juga sukses membawa Indonesia melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan meningkatkan peringkat FIFA dari posisi 173 ke 129.
Kontribusinya juga terlihat dalam pengembangan pemain muda berbakat seperti Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan. Selain itu, ia turut mengintegrasikan pemain naturalisasi berkualitas seperti Jay Idzes, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Elkan Baggott, Ivar Jenner, Sandy Walsh, Rafael Struick, hingga Calvin Verdonk.
Meski mencatat banyak pencapaian, Shin Tae-yong mengaku masih menyimpan penyesalan dari beberapa pertandingan penting.
Salah satunya terjadi saat menghadapi Uzbekistan di semifinal Piala Asia U-23 2024.
“Mungkin lawan Uzbekistan, ketika Piala Asia U-23 di semifinal kalah. Kalau ada wasit yang lebih baik, mungkin kita bisa lolos dengan momen yang menjadi sejarah untuk Indonesia,” ungkap Jeje, menerjemahkan pernyataan STY yang dilansir dari kanal YouTube Mansion Sports FC.
Selain itu, laga melawan Bahrain juga menjadi sorotan. Shin menilai keputusan wasit dalam pertandingan tersebut merugikan timnya.
“Itu kan semua orang tahu, perbuatan wasit, udah ada niatnya dari wasit,” tuturnya.
- Kolase tvOnenews.com / AFC
Saat ditanya apakah pengalaman tersebut menimbulkan trauma terhadap wasit asal Timur Tengah, ia menjelaskan bahwa dirinya sudah pernah mengalami situasi serupa sejak masih menjadi pemain. Namun, STY tetap menyoroti kejanggalan waktu tambahan dalam pertandingan tersebut.
“Tetapi pertandingan tersebut, itu nggak mungkin ya, tambahan waktu menit, tapi menjadi 9, itu kan mukjizat. Coach bingung dengan keputusan wasit, kenapa bisa begitu,” pungkasnya.
Pertandingan melawan Bahrain yang berlangsung di Stadion Nasional Bahrain pada Kamis (10/10) berakhir imbang 2-2. Namun, laga tersebut diwarnai kontroversi terkait keputusan wasit Ahmed Al-Kaf.
Ia menjadi sorotan karena tidak segera meniup peluit meski waktu tambahan telah habis, yang kemudian dimanfaatkan Bahrain untuk mencetak gol penyeimbang melalui Mohamed Marhoon di menit-menit akhir pertandingan.