- tvonenews.com - Ilham Giovani
John Herdman Beberkan Alasan Mau Menetap di Jakarta Selama Latih Timnas Indonesia, Singgung Budaya hingga Suporter
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap alasan di balik keputusannya menetap di Indonesia selama menangani skuad Garuda. Mantan pelatih Timnas Kanada itu menilai langkah tersebut penting agar dirinya bisa memahami budaya, karakter masyarakat, hingga gairah sepak bola Tanah Air secara lebih mendalam.
John Herdman memang tengah menjadi sorotan sejak resmi dipercaya menangani Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris tersebut datang dengan reputasi besar usai sukses meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022.
Keputusan PSSI menunjuk Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia sempat memunculkan optimisme besar di kalangan pencinta sepak bola nasional. Apalagi, dirinya dikenal sebagai sosok pelatih yang memiliki pendekatan detail terhadap pembangunan tim dan karakter pemain.
Debut John Herdman bersama Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 juga cukup mencuri perhatian. Skuad Garuda dinilai menunjukkan perkembangan dalam organisasi permainan serta mentalitas bertanding di bawah arahannya.
Namun bagi Herdman, hasil di atas lapangan bukan satu-satunya fokus utama pada awal masa kepelatihannya. Ia merasa memahami budaya Indonesia menjadi fondasi penting agar pekerjaannya sebagai pelatih berjalan maksimal.
Dalam pernyatannya di kanal YouTube BolacomID, periode empat bulan sejak ditunjuk sebagai pelatih, Herdman ingin mempelajari budaya dan berbagai hal tentang Indonesia. Sebab, ia merasa hal itu akan sangat membantu pekerjaannya.
"Jika Anda tahu kepribadian saya, hal pertama bagi saya adalah berusaha memahami sebelum dipahami," ujar Herdman.
Lebih lanjut, Herdman mencoba membangun kedekatan emosional dengan masyarakat Indonesia. Ia tidak ingin sekadar datang sebagai pelatih asing yang hanya fokus pada hasil pertandingan semata.
Demi mempelajari budaya Indonesia dengan lebih maksimal, Herdman pun membuat komitmen untuk menetap di Jakarta selama menjadi pelatih Timnas Indonesia. Bahkan, ia turut memboyong keluarganya ke Indonesia.
Langkah itu dinilai cukup jarang dilakukan oleh pelatih asing yang menangani Timnas Indonesia. Herdman justru ingin benar-benar merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia agar lebih memahami karakter para pemain maupun suporter.
Menurutnya, tinggal di Indonesia memberinya banyak pengalaman baru yang tidak bisa didapat jika hanya datang saat agenda pemusatan latihan atau pertandingan. Ia ingin melihat langsung bagaimana sepak bola menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
"Jadi proses memahami budaya Indonesia, itu titik awalnya," kata Herdman.
"Saya membuat komitmen untuk tinggal di sini. Penting untuk berada di jalan, memahami orang, memahami gairah terhadap sepak bola, dan struktur sepak bola di sini," sambungnya.
Komitmen tersebut juga diwujudkan Herdman dengan aktif menyaksikan pertandingan sepak bola nasional secara langsung. Ia tak hanya memantau pemain Timnas Indonesia, tetapi juga memperhatikan perkembangan kompetisi domestik dari berbagai level.
Eks pelatih Selandia Baru itu pun mengaku sudah menyaksikan banyak laga di kompetisi domestik Indonesia. Mulai dari Super League hingga Championship. Selain itu, Herdman juga mempelajari karakter para pemain Timnas Indonesia.
Pelatih berusia 50 tahun itu bahkan rela mendatangi sejumlah kota demi memahami atmosfer sepak bola Indonesia. Herdman merasa pengalaman menyaksikan langsung pertandingan di stadion akan membantunya mengetahui kualitas serta mentalitas pemain secara lebih detail.
"Memahami struktur sepak bola di sini, apakah menonton Garudayaksa, menonton Persib di Bandung, atau pergi ke Bali United," ungkap Herdman.
"Saya juga ke Eropa untuk mengunjungi pemain agar merasakan bagaimana standarnya," tutupnya.
(igp/sub)