- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Piala AFF 2026: John Herdman Terapkan Prinsip Pragmatis, Timnas Indonesia Harus Menang Tiap Laga Baru Pikirkan Gelar Juara
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa fokus utama skuad Garuda pada ajang Piala AFF 2026 adalah menjalani pertandingan demi pertandingan. Ia belum ingin membebani tim dengan target juara sejak awal turnamen.
Menurut Herdman, terlalu fokus pada trofi justru bisa membuat pemain kehilangan proses yang harus dijalani sepanjang kompetisi. Pelatih asal Kanada itu menilai mentalitas dan konsistensi jauh lebih penting untuk dibangun sejak awal.
Herdman kemudian mencontohkan pengalamannya saat membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Ia menyebut perjalanan panjang menuju putaran final tidak pernah dijalani dengan memikirkan hasil akhir secara berlebihan.
“Satu pertandingan demi satu pertandingan targetnya. Kalau terlalu fokus pada hasil akhir, Anda kehilangan proses,” ujar Herdman di Stadion Madya GBK, Jumat (22/5/2026).
“Saat saya membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, kami menjalani 17 pertandingan kualifikasi. Tidak pernah sekali pun kami melihat puncak gunung,” tambahnya.
Mantan pelatih Kanada itu menjelaskan bahwa pendekatan bertahap menjadi kunci keberhasilan timnya kala itu. Setiap pertandingan diperlakukan seperti tantangan baru yang harus diselesaikan satu per satu.
“Di awal kami hanya berkomitmen pada target poin, lalu fokus satu lawan demi satu lawan. Setiap laga adalah pertarungan berbeda. Sekarang juga sama,” kata Herdman.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Timnas Indonesia sendiri tergabung di Grup A pada Piala AFF 2026. Skuad Garuda akan bersaing dengan Singapura, Vietnam, Kamboja, serta pemenang play-off antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Grup tersebut diprediksi berlangsung ketat karena mempertemukan sejumlah kekuatan utama di kawasan Asia Tenggara. Vietnam dan Singapura menjadi lawan yang selama ini kerap menyulitkan Indonesia di berbagai ajang regional.
Indonesia akan membuka perjalanan mereka dengan menghadapi Kamboja di kandang pada 27 Juli. Laga tersebut menjadi penting untuk membangun momentum positif sejak awal turnamen.
Setelah itu, Tim Garuda akan menjalani pertandingan tandang melawan pemenang play-off Brunei Darussalam atau Timor Leste pada 31 Juli. Jadwal padat membuat konsistensi performa menjadi tantangan tersendiri bagi skuad asuhan Herdman.
Pada pertandingan ketiga, Indonesia akan menjamu Vietnam pada 3 Agustus. Duel ini diperkirakan menjadi salah satu laga paling krusial dalam menentukan posisi klasemen Grup A.
Sementara itu, laga terakhir fase grup akan mempertemukan Indonesia dengan Singapura pada 7 Agustus. Pertandingan tersebut juga berpotensi menentukan langkah Garuda menuju babak semifinal.
Dua tim terbaik dari masing-masing grup nantinya akan lolos ke semifinal. Babak empat besar akan dimainkan dalam format dua leg pada 15-16 Agustus dan 18-19 Agustus.
Pemenang semifinal kemudian akan melaju ke partai final yang juga digelar dalam dua leg pada 22 dan 26 Agustus. Turnamen edisi ke-16 ini diprediksi kembali menghadirkan persaingan sengit antarnegara Asia Tenggara.
Timnas Indonesia sendiri masih memburu gelar perdana di ajang Piala AFF. Meski sudah enam kali mencapai final, Tim Garuda selalu gagal membawa pulang trofi juara.
Karena itu, tekanan publik terhadap tim nasional kembali cukup besar menjelang turnamen tahun ini. Namun, Herdman memilih untuk tidak larut dalam pembahasan soal target akhir.
Meski demikian, Herdman menegaskan tak ingin terlalu banyak berbicara soal gelar juara karena menurutnya “kalau proses dan mentalitas benar, hasil akan mengikuti”.
“Lawan pertama siapa? Kamboja. Itu saja fokus kami. Lawan Kamboja, kami bertarung dan menang. Lalu laga berikutnya. Saya tidak mau bicara soal ‘kami harus juara’,” pungkasnya.
(igp)