- Instagram Erick Thohir
Kata John Herdman setelah Mau Tidak Mau Andalkan 'Local Pride' di Piala AFF 2026
tvOnenews.com – Timnas Indonesia dipastikan bakal tampil dengan wajah berbeda di ajang ASEAN Championship 2026 yang akan berlangsung Juli mendatang. Pelatih kepala John Herdman memberi sinyal kuat bahwa skuad Garuda kali ini akan didominasi oleh para pemain dari kompetisi domestik (Liga 1).
Situasi ini terjadi lantaran para pemain abroad yang merumput di Eropa berpotensi besar sulit mendapatkan lampu hijau atau izin dari klub mereka masing-masing, mengingat turnamen ini tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.
Meski demikian, Herdman mengaku tidak ambil pusing dengan kondisi tersebut.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Juru taktik asal Inggris itu justru melihat pembatasan ini sebagai berkah tersembunyi sekaligus kesempatan emas bagi para pemain lokal untuk unjuk gigi di level internasional.
"Kesempatan bagi pemain Eropa untuk bergabung sebenarnya ada, tetapi klub mereka kemungkinan tidak akan memberikan izin. Saya pernah mengalami situasi seperti ini saat menangani Kanada di turnamen CONCACAF, dan aturan FIFA tetap harus dihormati," ujar John Herdman, Jumat (22/5/2026).
Mantan pelatih Timnas Kanada itu menegaskan bahwa fokus jangka panjang Timnas Indonesia melampaui turnamen tingkat regional.
Target besar yang dibidik skuad Garuda tetaplah panggung yang lebih tinggi, yakni kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia 2027.
Oleh karena itu, kompetisi ASEAN Championship 2026 dinilai sangat pas untuk mematangkan kedalaman skuad dari sektor domestik.
"Karena itu kami akan memaksimalkan pemain domestik. Ini penting untuk membangun fondasi tim menuju target utama kami, yaitu Piala Dunia dan Piala Asia 2027," lanjut Herdman.
- tvOnenews-Ilham Giovani
Guna menyaring talenta terbaik, Herdman telah menyiapkan agenda pemusatan latihan (TC) intensif pada awal Juli nanti.
Program tersebut ia istilahkan sebagai "mini pramusim" sebagai wadah penilaian akhir sebelum menentukan daftar final penggawa Merah Putih.
Sebelumnya, jajaran tim pelatih juga telah mencuri start dengan menggelar TC awal pada bulan Mei yang bertajuk assessment and development camp.
"Kami punya program enam hari pada Mei... Kenapa disebut assessment? Karena para pemain ini sedang bersaing untuk kembali dipanggil pada Juli nanti," jelas Herdman tegas.
Ia pun mengirimkan pesan peringatan keras kepada seluruh pesepak bola tanah air bahwa tidak ada pemain yang mendapatkan hak istimewa atau jaminan tempat di skuad utama di bawah pemerintahannya.
"Mereka harus tampil bagus, tidak peduli apakah mereka sudah pernah membela Indonesia atau merupakan pemain top di liga, semuanya tetap harus menunjukkan performa terbaik," pungkasnya.
Langkah berani John Herdman ini tentu menjadi angin segar sekaligus pembuktian bagi mutu kompetisi Liga 1. Jika berhasil, bukan tidak mungkin ASEAN Championship 2026 akan menjadi panggung lahirnya pahlawan-pahlawan baru bagi masa depan sepak bola Indonesia.