- tvOnenews-Ilham Giovani
TC Timnas Indonesia Sudah Dimulai, John Herdman ingin Jadikan Ajang Seleksi Pemain Super League
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa pemusatan latihan (TC) akhir Mei 2026 ini digelar untuk mencari dan menguji kualitas pemain-pemain terbaik dari Super League. Agenda tersebut menjadi langkah penting baginya dalam menentukan fondasi skuad Garuda untuk Piala AFF 2026.
TC yang berlangsung di Jakarta itu diikuti mayoritas pemain lokal yang tampil menonjol sepanjang musim 2025/2026. Terpantau, nama-nama yang dipanggil terpantau sudah hadir dan bergabung dengan skuad Garuda.
Termasuk kehadiran duo Persib Bandung, Marc Klok dan Thom Haye yang langsung bergabung ke Timnas Indonesia usai perayaan gelar juara Super League bersama Pangeran Biru.
Diketahui, ada tujuan khusus terkait menggelar TC yang sudah dimulai sejak kemarin, Selasa (26/5/2026). Herdman ingin melihat langsung sejauh mana kualitas para pemain domestik mampu bersaing untuk masuk ke level tim nasional.
Menurut Herdman, evaluasi terhadap pemain lokal menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus segera dilakukan. Ia merasa Timnas Indonesia membutuhkan lebih banyak opsi pemain berkualitas untuk memperkuat kedalaman skuad.
Dikutip dari laman resmi Kita Garuda, Herdman menyebut pemusatan latihan kali ini memang difokuskan untuk memantau perkembangan pemain domestik. Terlebih, sejumlah nama sebelumnya belum mendapat kesempatan tampil pada FIFA Series 2026 dua bulan lalu.
“Salah satu langkah besar yang harus kami ambil adalah mengevaluasi pemain domestik. Pada pemusatan latihan bulan Mei ini, kami akan melihat pemain-pemain yang tampil baik sepanjang musim ini," ujar Herdman.
"Termasuk pemain yang menurut kami mulai menunjukkan profil yang kami butuhkan untuk masa depan. Langkah pertama adalah menguji pemain domestik," tambahnya.
Sebanyak 23 pemain dipanggil mengikuti TC di Jakarta. Dari seluruh nama yang dipanggil, hanya Marselino Ferdinan yang menjadi satu-satunya pemain diaspora dalam daftar tersebut.
Pemusatan latihan ini bukan sekadar agenda rutin bagi Timnas Indonesia. Herdman menjadikannya sebagai bagian penting untuk mempersiapkan tim menghadapi Piala AFF 2026.
Para pemain yang tampil impresif selama TC berpeluang besar mendapatkan tempat di skuad utama. Herdman disebut masih membuka peluang bagi siapa saja yang mampu menunjukkan performa terbaik selama latihan berlangsung.
Peluang tersebut sangat penting mengingat Timnas Indonesia akan menghadapi jadwal padat dalam beberapa bulan ke depan. Selain Piala AFF 2026, skuad Garuda juga harus tampil di FIFA Matchday.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan tampil di FIFA Matchday bersama dua tim lainnya. Skuad Garuda nantinya bakal menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni 2026.
Dua pertandingan internasional itu rencananya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Herdman ingin memanfaatkan laga tersebut untuk melihat perkembangan tim sebelum tampil di turnamen yang lebih besar.
Kemudian, untuk Piala AFF 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, serta pemenang play-off Brunei Darussalam dan Timor Leste. Persaingan di grup diprediksi berlangsung ketat karena seluruh tim sama-sama memburu tiket lolos.
Pelatih asal Inggris itu menilai FIFA Match Day dan Piala AFF 2026 akan menjadi tahapan krusial menuju Piala Asia 2027. Ajang tersebut dianggap sebagai momentum penting untuk menentukan kerangka utama skuad Garuda.
Pada Piala Asia 2027 nanti, Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Herdman pun ingin segera menemukan kombinasi terbaik antara pemain lokal dan diaspora agar tim mampu bersaing di level Asia.
"Langkah kedua pada bulan Juni adalah melihat pemain diaspora yang bermain di Eropa dan memadukannya dengan pemain lokal terbaik kita untuk memahami lebih jauh grup ini dan menentukan siapa saja pemain yang tepat untuk memimpin Indonesia di Piala Asia 2027,” ungkap pelatih yang mengantarkan Kanada ke Piala Dunia 2022 itu.
Herdman juga menegaskan bahwa fokus utama TC bukan hanya soal taktik dan strategi permainan. Ia ingin membangun chemistry kuat di dalam tim agar para pemain memiliki ikatan yang solid saat bertanding.
“Setiap kali kami berkumpul, fokusnya adalah mengembangkan kerangka taktik dan identitas permainan kami, sekaligus membangun koneksi di dalam dan luar lapangan. Kami harus membangun brotherhood yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia naik ke level berikutnya di Asia," pungkasnya.
(igp/rda)