- Instagram/oleromeny
Media Vietnam Full Senyum, Timnas Indonesia Disebut Bakal Kembali ke ‘Setelan Pabrik’ di Piala AFF 2026
tvOnenews.com - Media Vietnam mulai menyoroti keputusan pelatih John Herdman yang diperkirakan tidak akan membawa mayoritas pemain abroad Timnas Indonesia ke ajang ASEAN Championship atau Piala AFF 2026.
Kondisi tersebut langsung memicu reaksi dari media Vietnam, BTV, yang menilai kekuatan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia akan jauh berbeda tanpa kehadiran para pemain keturunan yang berkarier di Eropa.
Sebelumnya, John Herdman memang telah mengonfirmasi bahwa Timnas Indonesia kemungkinan besar akan mengandalkan pemain lokal untuk menghadapi turnamen Asia Tenggara tersebut.
- PSSI
Keputusan itu diambil karena Piala AFF 2026 tidak masuk kalender resmi FIFA.
Artinya, klub-klub Eropa tidak memiliki kewajiban melepas pemain mereka untuk membela tim nasional.
“Mei untuk para pemain lokal kami. Kami harus mengandalkan mereka untuk ASEAN Championship,” kata Herdman.
“Para pemain kami yang berkarier di Eropa tidak akan bisa ikut serta. FIFA tidak akan mengizinkan mereka untuk berpartisipasi berdasarkan peraturan yang ada,” imbuhnya.
Sebagai persiapan, Herdman telah memanggil 23 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan di Jakarta pada akhir Mei 2026.
Langkah tersebut langsung mendapat perhatian besar dari Vietnam, terlebih kedua negara berada di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang laga kualifikasi antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Dalam ulasannya, media BTV bahkan menyebut Timnas Indonesia akan kembali ke “setelan pabrik” tanpa para pemain Eropa yang selama ini menjadi tulang punggung skuad Garuda.
"Terlepas dari apa yang dikatakan pelatih Herdman, satu fakta yang tak terbantahkan adalah kekuatan Indonesia saat ini berasal dari kelompok pemain Eropa-nya," tulis laporan BTV.
Media Vietnam itu secara khusus menyoroti pengaruh besar beberapa pemain naturalisasi seperti Jay Idzes, Thom Haye, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Maarten Paes.
"Jay Idzes, Thom Haye, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Maarten Paes tidak hanya meningkatkan kualitas individu sepak bola Indonesia tetapi juga mengubah filosofi permainan," sambung mereka.
Menurut BTV, kehadiran pemain-pemain yang berkembang di Eropa membuat permainan Timnas Indonesia menjadi jauh lebih matang dibanding beberapa tahun sebelumnya.
"Distribusi bola yang lebih baik, tekanan yang lebih terkoordinasi, tempo permainan yang lebih stabil, dan terutama, ketenangan yang lebih besar dalam pertandingan besar," papar BTV.
Namun tanpa para pemain tersebut, media Vietnam memprediksi gaya bermain Indonesia akan kembali mengandalkan kecepatan dan agresivitas fisik seperti era sebelumnya.
"Tanpa kelompok pemain ini, Indonesia akan kembali ke bentuk tradisionalnya, yakni bertempo cepat, penuh emosi, persaingan sengit, tetapi tidak konsisten," lapor media Vietnam itu.
BTV bahkan menyindir bahwa Timnas Indonesia tidak lagi terlihat seperti “Belanda versi Asia Tenggara” jika tampil tanpa pemain naturalisasi Eropa.
"Dengan kata lain, Indonesia di ASEAN Championship 2026 kemungkinan besar tidak akan lagi menjadi versi Asia Tenggara dari Belanda, tidak seperti citra yang mereka proyeksikan selama Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ini jelas merupakan kabar baik bagi Timnas Vietnam," tulis BTV lagi.
Meski begitu, keputusan John Herdman mengandalkan pemain lokal sebenarnya bisa menjadi kesempatan penting bagi talenta Liga Indonesia untuk menunjukkan kualitas mereka di level internasional.
Selain itu, turnamen ini juga dapat menjadi ajang evaluasi kedalaman skuad Garuda tanpa bergantung penuh pada pemain abroad.
ASEAN Championship 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 28 Agustus mendatang.
Vietnam datang dengan status juara bertahan setelah sukses menaklukkan Thailand di final edisi 2024.
Sementara Timnas Indonesia diprediksi tetap menjadi salah satu pesaing utama meski kemungkinan tampil tanpa kekuatan terbaiknya dari Eropa.
(tsy)