- X @timnasindonesia
Mengenal Oman Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, Diperkuat Rekan Setim Pratama Arhan
Walaupun belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia, Oman memiliki sejarah cukup baik di level regional.
Negara tersebut telah dua kali menjuarai Piala Teluk, masing-masing pada edisi 2009 dan 2018.
Prestasi itu membuktikan bahwa Oman bukan tim yang bisa dianggap remeh di kawasan Arab.
Selain itu, pencapaian terbaik mereka di ajang Piala Asia Barat (WAFF) adalah menempati posisi ketiga pada tahun 2012.
Sama seperti Indonesia, Oman juga gagal merebut tiket menuju Piala Dunia 2026 setelah finis di posisi terbawah Grup A pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.
Karena itu, laga FIFA Matchday nanti akan dimanfaatkan kedua tim sebagai bagian dari proses pembenahan menuju target yang lebih besar di masa depan.
Rekan Setim Pratama Arhan Jadi Ancaman Utama
Dari daftar pemain yang dipanggil Tarik Sektioui, ada beberapa nama yang patut mendapat perhatian khusus dari skuad Garuda.
Salah satu yang paling berbahaya adalah Muhsen Al Ghassani.
Penyerang berusia produktif itu saat ini bermain untuk klub Thailand, Bangkok United, dan menjadi rekan setim bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan.
Kehadiran Muhsen tentu menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Indonesia. Ketajamannya sudah terbukti di level klub.
Sejak bergabung dengan Bangkok United, Muhsen Al Ghassani telah mencatatkan 35 gol dan enam assist dari 80 pertandingan di berbagai kompetisi.
Selain Muhsen, Oman juga membawa Issam Al Sabhi yang saat ini memperkuat klub Irak, Al-Quwa Al-Jawiya.
Nama lain yang menarik perhatian adalah Khaid Al Braiki, satu-satunya pemain Oman yang berkarier di Eropa.
Saat ini ia bermain bersama Artis Brno yang berkompetisi di kasta kedua Liga Republik Ceko.
Sementara mayoritas pemain lainnya berasal dari kompetisi domestik Oman yang selama ini menjadi tulang punggung tim nasional mereka.
Kesempatan Berharga bagi Timnas Indonesia
Pertandingan melawan Oman bukan sekadar laga persahabatan biasa bagi Timnas Indonesia.
Selain menjadi sarana evaluasi taktik bagi pelatih, duel ini juga berpotensi memberikan tambahan poin FIFA yang cukup berharga apabila skuad Garuda mampu meraih hasil positif.