- AFC - tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Bukan Marselino Ferdinan, John Herdman Punya Wonderkid Andalan Baru Timnas Indonesia
tvOnenews.com – Nama Marselino Ferdinan pernah digaungkan sebagai wonderkid Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong. Namun di masa kepemimpinan John Herdman, pelatih asal Kanada itu punya wonderkid andalan baru.
Timnas Indonesia tak bisa bersantai-santai setelah memetik hasil memukau melawan Oman dengan skor telak 3-0 pada Jumat (5/6/2026) lalu.
Tim asuhan John Herdman sudah ditunggu satu agenda uji coba internasional pamungkas kontra Mozambik yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (9/6/2026) malam ini WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
- Instagram - Shin Tae-yong
Menjelang duel sengit kontra wakil Afrika tersebut, Herdman secara terbuka melempar pujian setinggi langit untuk salah satu talenta muda kesayangannya, Dony Tri Pamungkas.
Di bawah komando arsitek asal Inggris tersebut, wonderkid berusia 21 tahun ini tercatat selalu sukses mendapatkan menit bermain yang berharga.
Sebelumnya, Dony sudah dipercaya tampil dalam dua laga internasional pada Maret lalu saat Indonesia bersua St Kitts and Nevis serta Bulgaria.
Tren positif itu berlanjut saat melawan Oman, di mana ia kembali diturunkan sebagai pemain pengganti.
Meski belum menembus skuad utama (starter), performa impresif bek kiri milik Persija Jakarta itu sukses mencuri perhatian publik.
- Instagram/@persija
Dony bahkan aktor intelektual di balik lahirnya gol penutup yang dilesakkan oleh Ragnar Oratmangoen ke gawang Oman. Kegemilangan inilah yang membuat John Herdman merasa sangat puas.
“Dony Tri, Anda tahu, Dony lagi, dia terus berkembang. Dia pemain muda. Dia semakin nyaman mengenakan seragam internasionalnya. Setiap kali dia mendapat kesempatan, dia selalu masuk ke pertandingan dengan mentalitas untuk menciptakan sesuatu,” puji John Herdman dalam sesi konferensi pers, Senin (8/6/2026).
Herdman menambahkan bahwa dirinya memiliki standar dan indikator yang sangat ketat mengenai cetak biru atau profil pemain yang ia butuhkan di dalam sistem taktiknya, baik untuk posisi bek sayap, penyerang, maupun bek tengah hibrida.
Selama sang pemain mampu memenuhi profil tersebut, kesempatan bermain dipastikan terbuka lebar.
Proyeksi Jangka Panjang Menuju Piala Asia 2027
Lebih jauh, mantan pelatih Timnas Kanada itu juga mengagumi kemampuan versatile atau serbabisa yang melekat pada diri Dony Tri.
Saking kepincutnya, Herdman memberikan sinyal kuat bahwa ia siap menggaransi satu tempat bagi Dony untuk menjadi pilar andalan di putaran final Piala Asia 2027 mendatang.
“Dan kita semakin mengenal Dony Tri setiap kali dia bermain. Baik itu sebagai bek sayap kiri, bek sayap kanan, dia menunjukkan bahwa dia memiliki fleksibilitas untuk beroperasi di kedua sisi lapangan, yang, Anda tahu, saya pikir itu sangat menarik,” urai Herdman mendalam.
“Jadi ya, dia pasti berkembang dalam peran internasionalnya, dan saya pikir di masa depan, dia akan berusaha untuk memperebutkan posisi starter di AFC (Piala Asia 2027). Saya pikir dia sekarang memberi peringatan kepada banyak pemain senior. Sangat menyenangkan untuk melihatnya,” ancam Herdman secara tidak langsung kepada para pemain senior.
- tvOnenews-Ilham Giovani
Sejatinya, kedalaman skuad Timnas Indonesia di sektor bek kiri saat ini tergolong sangat gemuk dan mewah.
Di era kepelatihan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert sebelumnya, posisi ini mutlak menjadi milik Calvin Verdonk.
Namun, di bawah kendali taktis John Herdman, Verdonk justru digeser dan lebih sering dioptimalkan sebagai gelandang bertahan (defensive midfielder).
Di sisi lain, Nathan Tjoe-A-On yang dipercaya tampil sejak menit awal saat melumat Oman juga berhasil mempertontonkan performa yang solid dan memikat mata penonton.
Kondisi ini membuat Dony Tri Pamungkas harus bersaing ketat dengan Dean James dan Shayne Pattynama.
Untuk bulan ini, James terpaksa absen akibat masalah kebugaran yang belum fit 100%, sementara Pattynama harus menepi dari panggilan negara akibat menjalani sanksi skorsing kartu merah.
Melejitnya performa Dony Tri yang dibarengi garansi pujian dari John Herdman jelas menjadi lampu kuning bagi James dan Pattynama jika ingin kembali merebut posisinya.
Terlebih, di level klub bersama Persija Jakarta, Pattynama juga dilaporkan kalah saing dengan performa konsisten Dony.
Kendati demikian, persaingan di sektor bek kiri ini dipastikan tetap berjalan adil dan terbuka. Ketiga nama tersebut masih memiliki waktu sekitar setengah tahun ke depan untuk membuktikan kualitas terbaik mereka demi mengamankan satu tempat utama di sisi kiri pertahanan Timnas Indonesia.