- Antara
Media Vietnam Mendadak Sindir soal Kecurangan usai Kalah Lawan Timnas Indonesia U19 dan Tersingkir dari AFF U19 2026
tvOnenews.com - Media Vietnam tiba-tiba membahas soal taktik curang setelah timnya tersingkir dari Piala AFF U19 2026 tak lama usai kalah lawan Timnas Indonesia U19 asuhan Nova Arianto.
Vietnam awalnya merasa yakin dengan 2 kemenangan telak di babak grup sehingga hanya perlu menahan imbang Timnas Indonesia U19 untuk bisa lolos ke semifinal.
Laga Timnas Indonesia U19 vs Vietnam pun berlangsung sengit, terutama ketika skor berubah menjadi 1-1 menjelang akhir pertandingan.
Kemudian terciptalah gol penentu kemenangan Timnas Indonesia U19 lewat titik penalti setelah pemain Vietnam dianggap melakukan pelanggaran di area terlarang.
Keputusan wasit untuk memberikan penalti menjadi kontroversi besar di mata media Vietnam.
Hal ini wajar karena memang keputusan wasit tersebut sangat berkontribusi terhadap hasil akhir yang merugikan Vietnam.
Akhirnya Vietnam harus tersingkir dari Piala AFF U19 2026 setelah kalah saing dalam peringkat kedua terbaik.
Sementara Timnas Indonesia U19, Australia, Thailand, dan Kamboja akan bersaing di semifinal.
Media Vietnam kemudian membuat artikel yang menyoroti persoalan taktik curang dalam turnamen kelompok umur.
"Vietnam U19 tersingkir: Sepak bola usia muda tidak dapat berkembang melalui taktik curang," tulis media Vietnam, Soha, seperti dilansir tvOnenews.com.
"Menang dan kalah, atau bahkan tim U19 tersingkir lebih awal, adalah hal yang biasa terjadi dalam olahraga. Tetapi dalam sepak bola usia muda, beberapa kegagalan tidak hanya tercermin di papan skor," lanjutnya.
Media Vietnam tersebut memang tidak menyatakan secara langsung siapa yang disebut telah melakukan taktik curang selama Piala AFF U19 2026.
Namun yang jelas, taktik curang tersebut dinilai merugikan pihak Vietnam.
"Tim U19 Vietnam tersingkir dari Kejuaraan Asia Tenggara U19 2026 di babak penyisihan grup setelah kalah dari Indonesia dan kemudian bermain imbang melawan Australia. Namun, kekhawatiran sebenarnya bukanlah penalti di menit-menit akhir yang menyebabkan kekalahan 1-2 Vietnam dari tuan rumah Indonesia dan akhirnya tersingkirnya mereka, melainkan bagaimana tim Vietnam menyerah pada taktik tidak sportif di usia di mana mereka seharusnya diajarkan untuk bermain sepak bola yang adil dan kreatif," tulis media Vietnam, Soha.
"Jika hanya melihat perjalanan itu saja, bisa dikatakan tim U19 Vietnam kurang beruntung. Penalti yang kontroversial, hasil yang tidak diinginkan di grup lain, dan format yang membuat tim peringkat kedua harus menunggu nasib mereka," lanjutnya.
Media Vietnam menyoroti penggunaan taktik yang mereka anggap curang dalam Piala AFF U19 2026.
"Kesalahan-kesalahan itu dapat diperbaiki melalui pelatihan, pengalaman, dan waktu. Tetapi ketika sebuah tim muda mulai menggunakan taktik curang, ketika para pelatih dewasa juga ikut serta dalam perilaku tidak sportif, masalahnya bukan lagi sekadar tentang profesionalisme," tulis media Vietnam, Soha.
"Sepak bola tingkat atas bukanlah sesuatu yang naif. Dalam permainan profesional, Anda masih melihat tarik-menarik baju yang halus, situasi yang mengganggu ritme permainan, cara untuk menekan wasit, dan taktik psikologis terhadap lawan. Tetapi ada garis yang sangat jelas: kecerdasan taktis berbeda dari trik kotor; ketenangan berbeda dari perilaku tidak sportif; mengendalikan permainan berbeda dari mengganggu ritme dengan gerakan yang tidak pantas," lanjutnya.
(far)