news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham Giovani

Bung Towel Heran dengan John Herdman, Mati-matian Bela Muhammad Ferarri tapi Tak Diberi Menit Bermain di FIFA Matchday

Pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly, memberikan komentarnya terkait Muhammad Ferarri yang tidak mendapat kesempatan bermain pada FIFA Matchday Juni 2026.
Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:42 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly, memberikan komentarnya terkait Muhammad Ferarri yang tidak mendapat kesempatan bermain pada FIFA Matchday Juni 2026. Ia menyoroti fakta bahwa pemain yang sempat mendapat pembelaan langsung dari John Herdman itu justru tidak dimainkan saat Timnas Indonesia menang atas Oman dan Mozambik.

Seperti diketahui, Ferarri menjadi salah satu nama yang diperdebatkan sebelum berlangsungnya dua laga tersebut. Pasalnya, pemain Bhayangkara FC itu mendapat kritik tajam dari netizen menjelang FIFA Matchday.

Banyak netizen mengkritik dan mempertanyakan keputusan John Herdman memanggil mantan pemain Persija Jakarta tersebut ke skuad Garuda.

Di tengah situasi itu, John Herdman selaku pelatih kepala memilih membela anak asuhnya. Ia menilai Ferarri memiliki potensi yang layak mendapat kesempatan.

Namun, pandangan berbeda justru disampaikan pengamat Tommy Welly. Pria yang akrab disapa Bung Towel itu kembali mempertanyakan keputusan John Herdman.

Pada awalnya, Bung Towel menyinggung sikap sang pelatih yang membela Ferarri dalam konferensi pers jelang laga kontra Oman.

Kendati demikian, setelah mendapat pembelaan yang begitu besar, Ferarri pada akhirnya tidak memperoleh menit bermain sama sekali dalam laga melawan Oman maupun Mozambik.

"Ferarri itu kan sampai dia (John Herdman) harus menjawab dalam sebuah jumpa pers sebelum pertandingan ya, preview ya atau pre-match itu menjelaskan tentang Ferarri," ujar Bung Towel, dikutip dari YouTube tvOneNews, Sabtu (13/6/2026).

"Menurut saya sih kepanjangan menjelaskannya. Terlalu kejauhan gitu loh. Nanti itu apa, teori perform dan potensial-nya itu kabur nanti," tambahnya.

Lebih lanjut, Bung Towel menilai status sebagai pemain potensial saja tidak cukup untuk membuktikan kualitas. Menurutnya, kualitas seorang pemain harus terlihat melalui penampilannya di lapangan.

Apalagi, pemanggilan Ferarri kali ini bukan untuk tim kelompok usia, melainkan skuad senior Timnas Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemain yang dipanggil seharusnya berdasarkan catatan performa, bukan sekadar berlabel pemain potensial.

"Kan bukan soal, kalau Tim Nasional bukan soal potensial dong, soal perform dong. Iya. Kalau kita bicara potensial lah ya, fase development, oke. Tapi kalau senior kan based on perform harusnya," kata Bung Towel.

"Tapi kan kemarin dia kasih argumennya potensial yang dimiliki Ferarri gitu loh. Udah panjang lebar jelasinnya, enggak dimainin pula. Karena kan dia kalau enggak salah tuh diambil dari kolam AFF kan, akhirnya dia tampil di FIFA Matchday, dipanggil ikut," sambungnya.

Alih-alih dipanggil untuk FIFA Matchday, Bung Towel menilai Ferarri sejatinya lebih tepat masuk dalam skuad Piala AFF 2026.

Menurutnya, dalam persaingan di lini belakang untuk level Asia Tenggara, Ferarri masih memiliki keunggulan dibanding sejumlah pemain lainnya.

"Nah mungkin pada saat di kolam AFF itu kan dia saingan di belakangnya tuh emang kurang, ada pemain Dewa tuh yang belakang. Dia, saingannya sama satu lagi Wahyu Prasetyo. Dari dua itu, John Herdman melihatnya memang Ferarri main bagus pada saat internal game kayaknya," ucap Bung Towel.

"Tapi yang khusus kasus itu mungkin saya salah, tapi agak kejauhan dia nariknya. Jadi teorinya perform dan potensial-nya jadi bias tuh. Dia bicara tentang potensial Ferarri dan terlalu jauh nariknya ke era yang sudah lewat. Padahal kan kita harus lihat yang saat ini, yang terbukti," tutupnya.

(igp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:32
01:41
01:29
06:21
01:48

Viral