- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Tak Perlu Repot Naturalisasi, Timnas Indonesia Berpeluang Dapat Penerus Calvin Verdonk dari Jerman
tvOnenews.com - Kabar menggembirakan datang untuk Timnas Indonesia yang berpotensi mendapatkan tambahan kekuatan dari Eropa tanpa harus melalui proses naturalisasi yang panjang.
Sosok yang dimaksud adalah Amar Brkic, pemain muda berbakat yang saat ini mengembangkan kariernya bersama akademi klub Jerman, SV Darmstadt 98.
Nama Amar Brkic belakangan kembali menjadi perhatian publik sepak bola nasional seiring gencarnya PSSI mencari pemain diaspora yang dapat memperkuat skuad Garuda di berbagai kelompok usia hingga level senior.
Berbeda dengan sejumlah pemain keturunan lain yang masih harus menyelesaikan proses administrasi kewarganegaraan, Amar memiliki keunggulan tersendiri. Pemain kelahiran Frankfurt, Jerman, tersebut sudah berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) sejak lahir.
- ANTARA/Ari Bowo Sucipto/tom
Fakta itu membuat jalannya menuju Timnas Indonesia jauh lebih sederhana dibanding banyak pemain diaspora lainnya.
Saat ini, PSSI memang terus memantau sejumlah pemain keturunan yang berkarier di luar negeri. Beberapa nama bahkan masih menjalani proses administrasi sebelum dapat memperkuat Timnas Indonesia.
Namun situasi tersebut tidak berlaku bagi Amar Brkic.
Sang ayah, Moamer Brkic, sebelumnya telah menjelaskan bahwa Amar tidak memerlukan proses naturalisasi maupun perpindahan kewarganegaraan.
Pihak keluarga hanya perlu mengurus dokumen administrasi berupa perpanjangan paspor Indonesia milik Amar.
Kondisi ini tentu menjadi keuntungan besar bagi Timnas Indonesia karena pemain dapat segera dipanggil apabila dibutuhkan tanpa harus menunggu proses birokrasi yang memakan waktu.
Di era sepak bola modern, kemudahan administrasi menjadi salah satu faktor penting dalam proses pemanggilan pemain diaspora ke tim nasional.
Amar Brkic bukan nama baru dalam lingkungan sepak bola Indonesia.
Pemain muda tersebut sebelumnya sudah pernah memperkuat Timnas Indonesia U-19 dan sempat menarik perhatian berkat kemampuan bermainnya yang cukup matang untuk usianya.
Pengalaman tersebut membuat proses adaptasinya dengan kultur sepak bola Indonesia diperkirakan tidak akan menemui banyak hambatan apabila kembali mendapat kesempatan membela Garuda.
Selain itu, pengalaman bermain di kompetisi usia muda Jerman juga menjadi modal berharga yang dapat meningkatkan kualitasnya sebagai pemain.
Jerman dikenal memiliki salah satu sistem pembinaan pemain muda terbaik di dunia, yang menghasilkan banyak pesepak bola berkualitas setiap tahunnya.