- Kita Garuda
Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia
Jakarta, tvOnenews.com - Red String Theory atau lebih dikenal dengan teori benang merah menjadi fenomena baru yag melekat pada orang-orang yang memang ditakdirkan bertemu dengan bantuan alam semesta.
Seakan hampir berjodoh, ternyata Red String Theory juga terjadi pada Timnas Indonesia dan Piala Dunia. Dari mulai Belanda sebagai timnas pusat hingga nasib buruk menimpa lawan Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia.
Sudah bukan rahasia lagi jika Belanda sering disebut timnas pusat oleh suporter Timnas Indonesia.
Hal ini karena Belanda memberikan banyak pemain keturunan yang berkontribusi pada negara jajahannya, seperti Indonesia, Curacao dan Tanjung Verde.
Bahkan di antara empat negara tersebut, hanya Timnas Indonesia yang gagal merumput di Piala Dunia 2026.
Total 67 pemain kelahiran Belanda tampil di Piala Dunia, baik dari Timnas Belanda, Curacao dan Tanjung Verde. Menariknya, jumlah pemain tersebut bisa bertambah jika Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia mengingat ekspansi pemain keturunan Belanda-Indonesia pada beberapa tahun terakhir.
Menjadi kebetulan yang sempurna, ternyata baik itu timnas pusat, timnas cabang hingga lawan Timnas Indonesia yang akhirnya tampil di Piala Dunia pun bisa dikaitkan dengan teori asal Tiongkok ini.
- FIFA
Sebelum membahas Piala Dunia edisi 2026, Timnas Indonesia sebenarnya telah lebih dahulu memiliki titel sebagai negara Asia pertama yang merumput di Piala Dunia dengan nama Hindia Belanda pada edisi 1938 setelah Jepang memutuskan untuk mundur.
Hindia Belanda saat itu dilatih oleh Johannes van Mastenbroek dengan pemain gabungan dari keturunan Belanda, Tionghoa dan pribumi.
Belanda sebenarnya telah lebih dahulu debut di Piala Dunia, tepatnya pada edisi 1934. Menariknya, jauh sebelum debut Piala Dunia, Belanda juga diperkuat oleh pemain keturunan Indonesia.
Dilansir dari laman Sport Gescheindenis, sebelum Perang Dunia pertama pecah, Belanda memainkan tiga pertandingan dengan tujuh pemain yang lahir di Hindia Belanda.
"Artinya, lebih dari 60 persen dari seluruh skuad mendominasi dalam pertandingan melawan Inggris (12 April 1909), melawan Jerman (17 November 1912) dan melawan Belgia (9 Maret 1913) dibela oleh pemain kelahiran Hindia Belanda," tulis laporan tersebut.
Tak hanya soal pemain kelahiran Indonesia yang membela Timnas Belanda, bahkan muncul sosok penting, Carel Arthur Schnitzler yang menjadi Gubernur Jawa Barat sekaligus pencetus pengembangan sepak bola di Tanah Pasundan.
Yang lebih membuat merinding, di era kepemimpinan Carel Arthur Schnitzler pada 1931-1935, Persib Bandung lahir pada 13 Maret 1933 dan menjadi klub tersukses di era Liga Indonesia modern dengan lima gelar juara di mana ada kontribusi para pemain naturalisasi di dalamnya.
Sudah cukup dengan kebetulan di masa lalu, Red String Theory ternyata berlaku di Piala Dunia 2026 ini dengan segala hal yang berhubungan dengan Timnas Indonesia.
Sebut saja Curacao, tim yang pernah dikalahkan Timnas Indonesia di laga uji coba 2022 lalu justru tembus ke Piala Dunia walau akhirnya jadi bulan-bulanan Jerman.
Dari negara saudara lainnya, Belanda dan Tanjung Verde juga mengalami hasil imbang di laga perdana Piala Dunia. Bahkan ada Tijjani Reijnders, pemain keturunan Indonesia yang merasakan debut di Piala Dunia 2026 walau sang adik, Eliano Reijnder gagal merumput di Piala Dunia bersama Timnas Indonesia.
- Reuters-Stefan Koops/EYE4IMAGES/NurPhoto
Masih lekat di ingatan suporter Garuda, Timnas Indonesia gagal ke Piala Dunia setelah keputusan aneh AFC di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 baik soal pemilihan tuan rumah, pemilihan lawan dan jadwal pertandingan.
Namun kerugian tersebut terbayarkan dengan hasil minor dari Arab Saudi dan Irak yang menyingkirkan langkah Timnas Indonesia dalam perburuan slot Asia Piala Dunia.
Sebut saja Arab Saudi yang ditahan imbang oleh Uruguay hingga Irak yang jadi bulan-bulanan Norwegia.
Dengan banyaknya kebetulan tersebut, tentu Red String Theory antara Timnas Indonesia dan Piala Dunia menjadi manifest bahwa Skuad Garuda akan benar-benar tampil di ajang paling bergengsi di dunia ini di masa yang akan datang.