- instagram.com/mfcbulls/
Kenalan dengan Luke Vickery, Winger Berdarah Medan yang Resmi Jadi WNI dan Disebut Mirip Cristiano Ronaldo Muda
Pada musim 2025-2026, pemain berusia 20 tahun itu mencatatkan performa yang cukup menjanjikan.
Ia tampil dalam sekitar 30 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan tujuh gol dan tiga assist.
- instagram Luke Vickery
Jika melihat kompetisi liga saja, Luke juga menunjukkan konsistensi dengan mencatat lebih dari seribu menit bermain serta beberapa kontribusi gol dan assist.
Statistik tersebut menjadi indikator bahwa proses perkembangannya berjalan positif di level profesional.
Salah satu alasan nama Luke Vickery mulai ramai dibicarakan adalah gaya bermainnya.
Pemain dengan tinggi sekitar 183 sentimeter itu dikenal memiliki kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberanian melakukan duel satu lawan satu.
Ia biasa bermain sebagai winger kanan, tetapi juga mampu ditempatkan di sisi kiri maupun sebagai penyerang tengah.
Karakter permainan tersebut membuat banyak pengamat menyebut Luke memiliki kemiripan dengan Cristiano Ronaldo pada masa-masa awal kariernya, ketika masih mengandalkan akselerasi, dribel cepat, dan kemampuan menyerang dari sisi lapangan.
Meski demikian, Luke masih berada dalam tahap perkembangan sehingga konsistensi permainan akan menjadi tantangan berikutnya untuk mencapai level tertinggi.
Sebelum resmi menjadi WNI, Luke sempat memperkuat kelompok usia Timnas Australia.
Namun ketika peluang membela Indonesia terbuka, ia tidak menutup pintu. Bahkan Luke mengaku sangat antusias jika suatu saat mendapat kesempatan mengenakan seragam Merah Putih.
"Saya pasti akan terbuka untuk itu dan sangat tertarik. Bermain dengan tim nasional, beraksi di depan puluhan ribuan orang di Indonesia. Saya pikir itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa," kata Luke Vickery, dikutip dari kanal YouTube Yussa Nugraha.
Pengalaman tampil di Indonesia juga meninggalkan kesan mendalam baginya.
"Saya pernah bermain di Timnas Australia U-20 di Piala Asia U-20. Saat itu bermain di Surabaya. Kami ada di sana. Mungkin lima pertandingan dan akhirnya kami peringkat ketiga. Indonesia main di final saat itu. Kami ke stadion dan menonton. Mungkin sekitar 2023 atau 2024."
"Jadi saya hanya pernah ke Indonesia sekali itu dan itu benar-benar membuat saya takjub dengan suporter yang 30-35 ribu di stadion. Sangat bersemangat. Ketika Anda bermain di depan pendukung yang sangat bersemangat, itu terbaik. Keren untuk dilihat."