- FFI
Hector Souto Jadikan TC untuk Buka Jalan Pemain Timnas Futsal Indonesia Berkarier di Spanyol
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto memiliki misi yang lebih besar dibanding sekadar mempersiapkan tim menghadapi turnamen internasional.
Hector Souto berharap pemusatan latihan atau training camp (TC) di negara asalnya ini dapat menjadi pintu bagi para pemain Indonesia untuk dilirik klub-klub futsal profesional di Spanyol.
Timnas Futsal Indonesia dijadwalkan menjalani pemusatan latihan dan serangkaian laga uji coba di Spanyol pada 11-23 Agustus 2026.
Agenda tersebut merupakan bagian dari program jangka panjang menuju Piala Dunia Futsal 2028, sekaligus kesempatan emas bagi para pemain untuk menunjukkan kualitas mereka di hadapan lingkungan futsal Eropa.
Hector Souto menilai pengalaman bermain di kompetisi Spanyol akan memberikan dampak besar terhadap perkembangan individu pemain Indonesia. Menurutnya, banyak anggota skuad Garuda memiliki keinginan kuat untuk berkarier di luar negeri apabila kesempatan itu datang.
"Saya pikir itu bisa menjadi pengalaman yang bagus untuk mereka jika mereka memiliki kesempatan (direkrut tim Spanyol)," kata Hector Souto.
"Saya pikir banyak dari pemain kami, bahkan level senior, banyak dari mereka sangat antusias dengan kemungkinan pergi ke Spanyol," kata Hector Souto.
Pelatih yang membawa Indonesia meraih berbagai hasil positif di level Asia Tenggara itu mengungkapkan kualitas pemain Indonesia sebenarnya tidak kalah dari negara lain.
Namun, ia menilai minimnya sorotan internasional membuat nama-nama pemain Indonesia belum banyak masuk dalam radar pencari bakat klub-klub Eropa.
Karena itu, TC di Spanyol bukan hanya menjadi ajang meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga kesempatan memperkenalkan kemampuan para pemain kepada pelatih, pengamat, hingga klub-klub futsal profesional.
Hector berharap rangkaian uji coba nanti dapat meningkatkan eksposur Timnas Futsal Indonesia di kancah internasional.
Menurutnya, perbedaan terbesar antara pemain Asia dengan pemain Eropa maupun Amerika Selatan bukan semata-mata soal kemampuan teknis. Faktor publikasi dan kesempatan tampil di kompetisi yang lebih kompetitif menjadi pembeda utama.
"Jujur saja, saya pikir talenta itu ada di mana-mana. Namun, saya pikir exposure yang didapatkan para pemain Barat, atau kalau mau disebut pemain Eropa dan Amerika Selatan, yang didapatkan sejak mereka muda jauh lebih besar daripada di sini," ungkap Hector.
Meski demikian, pelatih berusia 41 tahun tersebut optimistis kesenjangan itu bisa diperkecil secara bertahap. Ia menegaskan federasi dan tim pelatih memiliki tanggung jawab untuk terus membuka peluang agar pemain Indonesia semakin dikenal di level internasional.
"Tanggung jawab kami adalah mengejar ketertinggalan, mencoba untuk mendekati selangkah demi selangkah. Semoga, dalam 20 tahun, kami bisa bersaing secara langsung dengan mereka," kata Souto.
Sebanyak 20 pemain akan diberangkatkan ke Spanyol untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut. Selain menjadi persiapan menuju Piala Dunia Futsal 2028, program ini juga diharapkan menjadi momentum lahirnya pemain Indonesia yang mampu menembus kompetisi futsal elite Eropa.