- tvOnenews-Julio Tri Saputra
Meski Menang 7-0, Media Vietnam Tetap 'Ketakutan' dengan Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Timnas Vietnam memulai perjalanan di Piala AFF 2026 dengan hasil yang sangat meyakinkan.
Pasukan Kim Sang-sik menghajar Timor Leste dengan skor telak 7-0 pada laga pembuka Grup A, hasil yang langsung mengangkat kepercayaan diri publik sepak bola Vietnam.
Namun, kemenangan besar tersebut ternyata tidak membuat media setempat terlena.
Mereka justru menilai ujian sesungguhnya baru akan dimulai saat Golden Star Warriors menghadapi Timnas Indonesia, yang juga tampil impresif pada pertandingan pertamanya.
Media Vietnam Soha.vn bahkan menyebut Indonesia sebagai salah satu tim terkuat di Asia Tenggara saat ini dan mengingatkan bahwa sedikit saja melakukan kesalahan, Vietnam bisa membayar mahal.
"Kemenangan 7-0 atas Timor Leste merupakan awal yang sangat mengesankan bagi tim nasional Vietnam. Namun melawan Indonesia, tim asuhan pelatih Kim Sang-sik akan menghadapi pertandingan yang sama sekali berbeda, di mana kelengahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal," tulis Soha.vn.
"Indonesia saat ini memiliki salah satu skuad terkuat di Asia Tenggara."
Soha.vn menilai kemenangan telak atas Timor Leste memang memberikan suntikan moral yang besar bagi Vietnam.
Permainan agresif, penguasaan bola dominan, hingga tujuh gol yang tercipta menjadi sinyal positif menjelang laga-laga berikutnya.
Meski demikian, media tersebut mengingatkan bahwa skor besar tidak selalu menggambarkan kekuatan sesungguhnya sebuah tim.
Menurut mereka, kualitas Timor Leste masih berada cukup jauh di bawah Vietnam sehingga para pemain Kim Sang-sik mendapatkan banyak ruang untuk membangun serangan dan menciptakan peluang.
Karena itu, kemenangan 7-0 dianggap belum cukup untuk mengukur kesiapan Vietnam menghadapi lawan dengan level yang jauh lebih tinggi.
"Skor 7-0 tidak serta merta berarti tim Vietnam tidak memiliki kelemahan."
Di sisi lain, Soha.vn memberikan perhatian khusus kepada performa Timnas Indonesia yang sukses mengalahkan Kamboja 5-1 di Stadion Pakansari, Bogor.
Skuad Garuda tampil dominan sejak menit awal melalui hattrick striker naturalisasi Mitchell Baker, ditambah gol Sandy Walsh dan Jens Raven.
Media Vietnam menilai bukan hanya skor yang patut diperhatikan, tetapi juga cara Indonesia mengendalikan pertandingan sepanjang 90 menit.
Menurut mereka, Timnas Indonesia mampu menciptakan hampir 20 peluang berbahaya dan memperlihatkan intensitas permainan yang jauh lebih tinggi dibandingkan lawan-lawannya di kawasan Asia Tenggara.
"Indonesia menciptakan hampir 20 peluang mencetak gol, terus-menerus menekan Kamboja dengan kecepatan dan kekuatan pemain naturalisasi mereka, menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi kandidat utama untuk kejuaraan."
Media tersebut juga menyoroti kualitas skuad Indonesia yang dianggap semakin lengkap berkat perpaduan pemain naturalisasi dan talenta lokal.
Nama-nama seperti Mitchell Baker, Thom Haye, Tijjani Reijnders, serta Sandy Walsh dinilai mampu memberikan kualitas berbeda di setiap lini permainan.
Menurut Soha.vn, kehadiran pemain-pemain tersebut membuat Indonesia mampu bermain dengan pressing tinggi, transisi cepat, serta memiliki penguasaan bola yang lebih matang.
"Indonesia saat ini memiliki salah satu skuad terkuat di Asia Tenggara. Masuknya pemain naturalisasi tidak hanya meningkatkan kualitas teknik tim tetapi juga memungkinkan mereka bermain dengan intensitas tinggi sepanjang 90 menit."
Selain itu, permainan Indonesia disebut jauh lebih agresif dibandingkan saat beberapa edisi Piala AFF sebelumnya.
Kehadiran John Herdman juga dinilai membawa perubahan dalam pendekatan taktik, terutama saat melakukan tekanan sejak lini depan.
Media Vietnam menilai kemenangan besar atas Timor Leste justru bisa menjadi jebakan apabila membuat para pemain terlalu percaya diri.
Menurut mereka, Indonesia merupakan lawan yang berbeda karena memiliki kemampuan menghukum setiap kesalahan sekecil apa pun.
"Indonesia mampu menghukum kesalahan apa pun yang mungkin dilakukan Vietnam."
Soha.vn menilai Vietnam tidak akan mendapatkan ruang bermain seleluasa saat menghadapi Timor Leste.
Setiap kesalahan saat membangun serangan atau kehilangan bola berpotensi dimanfaatkan Indonesia melalui serangan balik cepat maupun pressing agresif.
Karena itu, Kim Sang-sik diyakini harus memastikan anak asuhnya tetap disiplin dan tidak terpengaruh euforia kemenangan besar di laga perdana.
Pertemuan Indonesia melawan Vietnam diprediksi menjadi laga paling menentukan di Grup A Piala AFF 2026.
Kedua tim sama-sama memulai turnamen dengan kemenangan meyakinkan. Indonesia menaklukkan Kamboja 5-1, sedangkan Vietnam berpesta tujuh gol tanpa balas ke gawang Timor Leste.
Bagi media Vietnam, pertandingan tersebut bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi tolok ukur sejauh mana peluang Golden Star Warriors mempertahankan gelar juara.
"Kemenangan melawan Timor Leste adalah awal yang sempurna. Namun, perjalanan untuk mempertahankan gelar juara baru benar-benar dimulai ketika Vietnam menghadapi Indonesia. Dan pertandingan itulah yang akan menunjukkan posisi tim asuhan pelatih Kim Sang-sik dalam perebutan gelar Piala AFF 2026."
Dengan kualitas kedua tim yang sama-sama meningkat dalam beberapa tahun terakhir, duel Indonesia kontra Vietnam diperkirakan menjadi salah satu pertandingan paling dinanti sepanjang fase grup Piala AFF 2026.
Kombinasi pemain naturalisasi, pelatih berpengalaman, serta rivalitas panjang di Asia Tenggara membuat laga ini diprediksi berlangsung sengit dan berpotensi menentukan siapa yang melangkah sebagai favorit juara grup.
(tsy)