- tvonenews-Ilham Giovani
Erick Thohir Ungkap Hasil Besar Kongres Biasa PSSI 2026: Pendapatan Federasi Tembus Rp722 Miliar Hingga Jadwal Pemilihan Ketua Umum Berubah
Jakarta, tvOnenews.com - Kongres Biasa PSSI 2026 telah digelar di Hotel Fairmont, Jakarta pada Senin (3/8/2026). Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memaparkan garis besar hasil dari Kongres Biasa PSSI 2026.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, terdapat sejumlah keputusan yang bisa menentukan arah perkembangan sepak bola Indonesia.
Tak melulu soal Timnas Indonesia, Erick Thohir menegaskan bahwa perhatian federasi kini beralih untuk memperkuat fondasi di tingkat daerah melalui Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI.
"Tadi kita sampaikan hasil-hasil daripada program yang berjalan hari ini. Saya apresiasi tim nasional putra-putri punya, tentu, hasil yang baik. Lalu juga liga juga hasilnya baik, tetapi dari kongres hari ini justru yang kita tekankan bagaimana PSSI Provinsi ke depannya ini harus menjadi fondasi," kata Erick Thohir dalam konferensi pers usai Kongres Biasa PSSI 2026 digelar.
"Setelah liga bagus, tim nasional bagus, justru sekarang PSSI Provinsi yang menjadi ujung daripada kita harapkan ke depan bisa berjalan lebih baik," ujar Erick Thohir.
Dalam beberapa tahun terakhir, federasi memang fokus membenahi tata kelola organisasi, memperbaiki sistem kompetisi, hingga meningkatkan pembinaan usia muda. Kini, perhatian diperluas ke level provinsi agar pembinaan pemain dapat berlangsung lebih merata.
Salah satu keputusan penting yang disahkan dalam Kongres Biasa PSSI 2026 adalah mekanisme pemilihan pengurus Asprov secara serentak. Erick menyebut langkah tersebut akan membuat sinkronisasi program antara PSSI pusat dan daerah semakin kuat.
"Tentu dengan statuta yang ada, kita sudah sepakati bahwa PSSI Provinsi itu nanti dipilih secara terbuka. Alhamdulillah juga, kita akan lakukan secara bersamaan nanti pada bulan Oktober-November," kata Erick.
"Artinya apa? Ketika nanti terjadi pemilihan Ketua Umum juga tahun depan, PSSI Provinsi-nya sudah sama-sama dipilih pada bulan-bulan yang berdekatan. Sehingga apa? Program ke depan antara PSSI Pusat dan Provinsi bisa berjalan berkesinambungan," katanya.
Selain membahas organisasi, Erick juga memaparkan perkembangan finansial sepak bola Indonesia yang dinilai terus menunjukkan tren positif.
Ia mengungkapkan nilai pendapatan kompetisi nasional kini mencapai angka yang jauh lebih tinggi dibanding beberapa tahun lalu.
"Kalau kita lihat tadi, liga itu sekarang pendapatannya per musim sudah Rp705 miliar. Ini hal yang bagus, makanya klub-klub sekarang Liga 1, Liga 2 mendapatkan pemasukan yang lebih tinggi lagi dibandingkan jauh sebelumnya. Nanti silakan cek masing-masing klub, tiga tahun yang lalu dan hari ini berapa pendapatan dari liga-nya," ungkapnya.
Tak hanya kompetisi, kondisi keuangan PSSI juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan laporan yang telah diaudit, pendapatan federasi pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp722 miliar.
Erick menegaskan besarnya pemasukan tersebut bukan berarti PSSI tidak lagi membutuhkan dukungan pemerintah. Namun, ia menilai federasi kini semakin mandiri karena mayoritas pendanaan berasal dari sektor komersial.
"Lalu juga kita di PSSI senang, ya, pendapatan kita kurang lebih tadi sudah diaudit, kurang lebih tahun ini Rp722 miliar. Ya, dan persepsinya jangan sampai salah. Bukan berarti kita tidak memerlukan support dari pemerintah," katanya.
"Tadi pidato Bapak Presiden disampaikan, dana fasilitas kita akan lakukan. Tapi kami juga PSSI berbangga, dari Rp722 miliar itu, Rp63 miliar APBN. Sisanya benar-benar kami di PSSI bekerja keras untuk pendanaan itu. Baik dari merchandise, sponsor, tiket, dan TV. Artinya kita juga cukup mandiri sebagai organisasi olahraga gitu," jelas Erick.
Ke depan, PSSI juga berencana memberikan kewenangan lebih besar kepada Asprov dalam penyelenggaraan kompetisi daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat piramida pembinaan pemain dari level akar rumput hingga tim nasional.
"Nah, karena itu, kembali untuk PSSI Provinsi, kita berharap ke depan setelah mereka mempunyai ketua-ketua yang suka sepak bola, ya, punya waktu untuk sepak bola, dan bisa cari pendanaan sepak bola, PSSI Pusat memberikan hak-hak kompetisi ke daerah nantinya," kata Erick.
"Apakah kejuaraan antar provinsi, kejuaraan antar kota, kita berikan ke PSSI Provinsi dan juga pemerintah yang akan menjalankan itu. Jadi ini nanti piramidanya terbentuk: tim nasional kuat, liga kuat, PSSI Provinsi sebagai pembina juga kuat," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Erick juga memastikan jadwal Kongres Pemilihan PSSI sudah ditetapkan untuk tahun depan. Keputusan tersebut telah disetujui peserta kongres sebagai bagian dari komitmen menjaga tata kelola organisasi yang transparan.
"Nah, ini kurang lebih salah satu yang menjadi kesimpulan rapat hari ini. Yang kedua, karena memang adanya pemilihan-pemilihan yang akan berjalan pada bulan Oktober-November dan juga musim kompetisi ini terus berjalan, makanya tadi disetujui pemilihan 2027 pasti akan dilaksanakan secara transparan, ya, bahwa akan dilakukan kongresnya tahun 2027 bulan Juli," pungkas Erick.
Selain itu, Kongres Biasa PSSI 2026 turut memutuskan perubahan nama klub yang akan diungkapkan segera oleh PSSI. (hfp)