- Insragram @nadeowinataa
Timnas Indonesia Kebobolan 3 Gol, Nadeo Argawinata Langsung Dapat Julukan dari Media Vietnam
tvOnenews.com - Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Vietnam pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026 masih menjadi sorotan media Asia Tenggara.
Tak hanya membahas keberhasilan pasukan Kim Sang-sik mencuri tiga poin di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026), media Vietnam juga secara khusus menyoroti performa kiper Indonesia, Nadeo Argawinata.
Melalui ulasannya, Soha.vn menilai penampilan Nadeo menjadi salah satu faktor penting di balik kekalahan 0-3 yang dialami skuad Garuda.
Bahkan, media tersebut menyebut penjaga gawang berusia 29 tahun itu mendapat julukan khusus dari media Indonesia setelah kembali melakukan kesalahan yang dianggap berulang.
Laga melawan Vietnam sejatinya menjadi ujian terbesar Timnas Indonesia di fase grup.
Sebelum pertandingan ini, pasukan John Herdman tampil impresif dengan dua kemenangan beruntun, yakni 5-1 atas Kamboja dan 3-0 melawan Timor Leste.
Namun, menghadapi juara bertahan Asia Tenggara, Indonesia kesulitan mengembangkan permainan.
Vietnam membuka keunggulan cepat pada menit kelima melalui tendangan Nguyen Van Vi. Hanya sembilan menit berselang, Nguyen Hai Long menggandakan keunggulan lewat skema serangan balik.
Meski Indonesia sempat mencoba bangkit melalui peluang Thom Haye dan Mitchell Baker, pertahanan disiplin Vietnam serta penampilan gemilang kiper Patrik Le Giang membuat Garuda gagal mencetak gol.
Pada babak kedua, Rafaelson memastikan kemenangan Vietnam setelah mencetak gol ketiga pada menit ke-70. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Hasil tersebut membuat Vietnam memuncaki klasemen Grup A dengan tujuh poin, sedangkan Indonesia turun ke posisi ketiga dan wajib meraih kemenangan atas Singapura pada laga terakhir jika ingin menjaga peluang lolos ke semifinal.
Di balik kekalahan tersebut, perhatian media Vietnam tertuju kepada performa Nadeo Argawinata.
Menurut Soha.vn, masalah utama bukan sekadar jumlah gol yang bersarang ke gawang Indonesia, melainkan pola kebobolan yang dinilai terus berulang.
"Setelah kekalahan 0-3 dari Vietnam di Piala ASEAN 2026, ia dijuluki 'pelaku di dekat tiang gawang' oleh surat kabar Bola," tulis Soha.vn.
Media tersebut kemudian menyoroti kelemahan yang dianggap paling menonjol dari penjaga gawang Bali United itu.
"Kelemahan Nadeo Argawinata adalah tembakan jarak dekat."
Soha.vn menilai kemampuan Nadeo dalam menutup ruang di tiang dekat masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.
"Kemampuan Nadeo yang buruk dalam menutup sudut gawang, posisi yang salah, dan mentalitas 'antisipasi' yang terburu-buru telah mengubah sudut dekat gawang menjadi kelemahan fatal bagi kiper berusia 29 tahun itu."
Menurut media Vietnam, persoalan tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak laga perdana melawan Kamboja.
Saat itu, Indonesia memang menang telak 5-1. Namun, satu-satunya gol Kamboja dinilai berawal dari kesalahan antisipasi Nadeo terhadap bola yang mengarah ke tiang dekat.
Soha.vn menyebut kesalahan itu belum berdampak besar karena lini depan Indonesia tampil sangat produktif.
Namun ketika menghadapi Vietnam, kelemahan yang sama kembali muncul dengan konsekuensi jauh lebih mahal.
Gol pertama Van Vi disebut lahir setelah Nadeo mengantisipasi tembakan ke sudut jauh, sementara bola justru masuk melalui tiang dekat.
Situasi serupa kembali terjadi pada gol kedua Hai Long. Menurut media tersebut, tembakan sebenarnya tidak terlalu keras, tetapi posisi dan reaksi Nadeo dianggap kurang maksimal sehingga Vietnam berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Dalam ulasannya, Soha.vn juga membandingkan Nadeo dengan dua kiper berdarah Indonesia yang berkarier di Eropa, yakni Maarten Paes dan Emil Audero.
Media tersebut berpendapat pengalaman bermain di kompetisi elite membuat kedua penjaga gawang itu memiliki kualitas berbeda, terutama dalam membaca arah serangan, menutup sudut tembak, serta menjaga posisi sebelum lawan melepaskan tendangan.
Soha.vn berpendapat apabila Indonesia diperkuat salah satu dari mereka, jalannya pertandingan kemungkinan bisa berbeda.
Meski demikian, media itu tidak menyatakan Indonesia pasti akan terhindar dari kekalahan, melainkan beranggapan peluang kebobolan melalui situasi serupa bisa lebih kecil.
Media Vietnam juga membandingkan performa Nadeo dengan kiper mereka, Patrik Le Giang.
Dalam pertandingan di Pakansari, Le Giang tampil tenang saat mengamankan sejumlah peluang Indonesia, termasuk tembakan Mitchell Baker dan Thom Haye.
Menurut Soha.vn, performa tersebut menjadi salah satu faktor penting yang menjaga Vietnam tidak kebobolan sepanjang pertandingan.
Kekalahan dari Vietnam menjadi alarm bagi Timnas Indonesia menjelang laga terakhir fase grup.
Selain memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir, evaluasi di sektor pertahanan dan posisi penjaga gawang diperkirakan menjadi perhatian utama John Herdman.
Dengan situasi klasemen saat ini, Indonesia tidak lagi memiliki banyak ruang untuk melakukan kesalahan. Laga melawan Singapura akan menjadi penentu nasib Garuda di Grup A Piala AFF 2026.
Terlepas dari kritik yang diarahkan kepada Nadeo Argawinata, hasil pertandingan tetap merupakan tanggung jawab kolektif seluruh tim.
Timnas Indonesia masih memiliki kesempatan untuk bangkit, tetapi mereka dituntut tampil jauh lebih solid apabila ingin menjaga asa melangkah ke babak semifinal.
(tsy)