- Instagram @ilhanfa / @fasingapore
Mengenal Ilhan Fandi, Anak Legenda Singapura yang Jadi Ancaman Besar Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
"Saya tahu betapa pentingnya turnamen ini bagi masyarakat Singapura dan juga tim nasional karena kami pernah meraih hasil yang sangat baik pada edisi-edisi sebelumnya," kata Ilhan.
Saat ini Singapura berada di posisi kedua klasemen Grup A dengan tujuh poin, sama dengan Vietnam yang memimpin karena unggul selisih gol. Indonesia menguntit di posisi ketiga dengan enam poin sehingga kemenangan menjadi harga mati bagi skuad Garuda.
Artinya, duel di Stadion Jalan Besar dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit pertama.
Kepercayaan diri Ilhan juga meningkat setelah sukses membantu Singapura lolos ke putaran final Piala Asia AFC 2027 melalui babak kualifikasi.
Keberhasilan itu menjadi pencapaian penting bagi sepak bola Singapura. Dalam laga penentuan melawan Hong Kong, Ilhan masuk dari bangku cadangan, menyumbang satu assist, lalu mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir.
Momentum tersebut menjadi bekal berharga menjelang pertandingan melawan Indonesia.
Nama belakang "Fandi" tentu sudah tidak asing bagi pecinta sepak bola Asia Tenggara.
Ilhan merupakan putra dari Fandi Ahmad, legenda hidup Singapura yang hingga kini masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak tim nasional dengan torehan 55 gol internasional.
Fandi juga dikenal sebagai salah satu pemain Asia Tenggara pertama yang sukses berkarier di Eropa bersama FC Groningen, Belanda. Salah satu momen paling dikenang adalah ketika ia mencetak gol saat Groningen mengalahkan Inter Milan 2-0 pada ajang Piala UEFA 1983.
Meski lahir dari keluarga besar sepak bola, Ilhan mengungkapkan bahwa sang ayah tidak pernah memaksanya mengikuti jejak sebagai pesepak bola profesional.
"Sejujurnya, di rumah ayah tidak terlalu banyak membicarakan sepakbola karena beliau hanya ingin kami menikmati permainan ini," ujar Ilhan.
Menurutnya, sang ayah justru lebih sering mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang kemudian menjadi bekal penting dalam kariernya.
"Ayah saya memegang teguh empat nilai penting, yaitu disiplin, dedikasi, tekad, dan pengorbanan. Nilai-nilai itu bukan hanya penting dalam sepak bola, tetapi juga dalam kehidupan. Prinsip-prinsip tersebut membentuk saya menjadi pribadi dan pemain seperti sekarang. Nilai-nilai itu mengajarkan saya untuk tidak pernah menyerah dan selalu membuat keluarga saya bangga," bebernya.