news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penyerang Timnas Singapura, Ilhan Fandi Ahmad..
Sumber :
  • Instagram @ilhanfa / @fasingapore

Mengenal Ilhan Fandi, Anak Legenda Singapura yang Jadi Ancaman Besar Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Mengenal Ilhan Fandi, putra legenda Singapura Fandi Ahmad yang kini menjadi senjata utama The Lions di Piala AFF 2026 yang bisa menjadi ancaman terbesar Timnas Indonesia.
Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:36 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Timnas Indonesia akan menghadapi laga hidup-mati saat bertandang ke markas Singapura pada pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2026.

Duel yang digelar di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga penentu siapa yang berhak melaju ke babak semifinal.

Skuad Garuda datang dengan tekanan besar setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada laga sebelumnya.

Situasi ini membuat tim asuhan John Herdman tidak memiliki pilihan lain selain meraih kemenangan.

Di sisi lain, Singapura hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan satu tempat di fase gugur.

Di balik kekuatan kolektif The Lions, ada satu nama yang wajib mendapatkan perhatian khusus dari lini pertahanan Indonesia, yakni Ilhan Fandi.

Penyerang berusia 23 tahun itu sedang menikmati performa terbaiknya dan menjadi salah satu senjata utama Singapura sepanjang turnamen.

Ilhan Fandi tampil sebagai pembeda dalam dua pertandingan awal Singapura di fase grup.

Ia mencuri perhatian saat mencetak gol salto gunting spektakuler ke gawang Kamboja pada laga pembuka.

Gol tersebut menjadi salah satu gol terbaik sepanjang Piala AFF 2026 sekaligus memastikan kemenangan penting bagi The Lions.

Tak berhenti di situ, Ilhan kembali mencatatkan namanya di papan skor saat membantu Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0.

Penampilan konsisten tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling berbahaya yang harus diwaspadai Timnas Indonesia.

Mengenang gol akrobatiknya ke gawang Kamboja, Ilhan mengaku semuanya terjadi secara spontan.

"Saya mencoba melepaskan diri dari penjagaan lawan. Ketika bola datang, saya tahu tidak bisa langsung menendangnya, jadi saya mengangkat bola terlebih dahulu lalu bertindak berdasarkan insting," ujar Ilhan seperti dikutip dari ASEAN United FC.

"Saya pikir itu gol yang luar biasa. Tentu saja, saya tidak mungkin melakukannya tanpa bantuan rekan-rekan setim."

Laga Kontra Indonesia Punya Arti Spesial

Bagi Ilhan, pertandingan melawan Timnas Indonesia memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar laga fase grup.

Ia ingin membawa Singapura kembali menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara setelah sempat mengalami penurunan prestasi dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya tahu betapa pentingnya turnamen ini bagi masyarakat Singapura dan juga tim nasional karena kami pernah meraih hasil yang sangat baik pada edisi-edisi sebelumnya," kata Ilhan.

Saat ini Singapura berada di posisi kedua klasemen Grup A dengan tujuh poin, sama dengan Vietnam yang memimpin karena unggul selisih gol. Indonesia menguntit di posisi ketiga dengan enam poin sehingga kemenangan menjadi harga mati bagi skuad Garuda.

Artinya, duel di Stadion Jalan Besar dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit pertama.

Kepercayaan diri Ilhan juga meningkat setelah sukses membantu Singapura lolos ke putaran final Piala Asia AFC 2027 melalui babak kualifikasi.

Keberhasilan itu menjadi pencapaian penting bagi sepak bola Singapura. Dalam laga penentuan melawan Hong Kong, Ilhan masuk dari bangku cadangan, menyumbang satu assist, lalu mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir.

Momentum tersebut menjadi bekal berharga menjelang pertandingan melawan Indonesia.

Nama belakang "Fandi" tentu sudah tidak asing bagi pecinta sepak bola Asia Tenggara.

Ilhan merupakan putra dari Fandi Ahmad, legenda hidup Singapura yang hingga kini masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak tim nasional dengan torehan 55 gol internasional.

Fandi juga dikenal sebagai salah satu pemain Asia Tenggara pertama yang sukses berkarier di Eropa bersama FC Groningen, Belanda. Salah satu momen paling dikenang adalah ketika ia mencetak gol saat Groningen mengalahkan Inter Milan 2-0 pada ajang Piala UEFA 1983.

Meski lahir dari keluarga besar sepak bola, Ilhan mengungkapkan bahwa sang ayah tidak pernah memaksanya mengikuti jejak sebagai pesepak bola profesional.

"Sejujurnya, di rumah ayah tidak terlalu banyak membicarakan sepakbola karena beliau hanya ingin kami menikmati permainan ini," ujar Ilhan.

Menurutnya, sang ayah justru lebih sering mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang kemudian menjadi bekal penting dalam kariernya.

"Ayah saya memegang teguh empat nilai penting, yaitu disiplin, dedikasi, tekad, dan pengorbanan. Nilai-nilai itu bukan hanya penting dalam sepak bola, tetapi juga dalam kehidupan. Prinsip-prinsip tersebut membentuk saya menjadi pribadi dan pemain seperti sekarang. Nilai-nilai itu mengajarkan saya untuk tidak pernah menyerah dan selalu membuat keluarga saya bangga," bebernya.

Ilhan pun mengaku sangat mengagumi perjalanan sang ayah.

"Saya rasa semua orang pernah melihat gol yang ia cetak ke gawang Inter Milan. Itu gol yang luar biasa. Apa yang telah ia lakukan untuk sepak bola Singapura, keluarga kami, dan semua orang benar-benar luar biasa."

"Beliau adalah sosok panutan yang luar biasa. Ia adalah legenda Singapura dan salah satu figur sepak bola paling dihormati di negara ini."

Saat ini Ilhan memperkuat Lion City Sailors, salah satu klub terkuat di Liga Singapura yang rutin tampil di kompetisi antarklub Asia.

Pengalamannya bermain di level klub, ditambah jam terbang bersama tim nasional, membuat kualitasnya semakin matang meski usianya baru menginjak 23 tahun.

Dengan postur yang ideal, kemampuan duel udara, pergerakan tanpa bola, serta penyelesaian akhir yang tajam, Ilhan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Indonesia.

Bagi Timnas Indonesia, fokus utama memang mengejar kemenangan demi lolos ke semifinal. Namun, mengawal pergerakan Ilhan Fandi juga akan menjadi salah satu kunci penting.

Lini belakang Garuda dituntut tampil disiplin dan tidak memberikan ruang kepada penyerang muda tersebut, terutama di area kotak penalti.

Jika mampu meredam Ilhan sekaligus memaksimalkan peluang di lini depan, peluang Indonesia membawa pulang tiga poin dari Stadion Jalan Besar akan semakin terbuka.

Sebaliknya, apabila Ilhan kembali menunjukkan ketajamannya seperti pada dua laga sebelumnya, mimpi Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 bisa berada dalam ancaman besar.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:51
07:40
01:07
03:14
02:20
02:18

Viral