- x.com/TimnasIndonesia
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Keunggulan Timnas Indonesia Jadi Lelucon usai Ditahan Singapura 1-1
tvOnenews.com - Media Vietnam ikut menyoroti kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar menjadi sorotan karena Garuda datang dengan sejumlah keunggulan di atas kertas, tetapi tetap gagal mengamankan kemenangan yang dibutuhkan.
"Singapura telah membuat keunggulan besar Indonesia tampak seperti lelucon," tulis media Vietnam, The Thao247, dalam tajuk laporannya.
- tvOnenews-Julio Tri Saputra
Indonesia memang memiliki posisi lebih tinggi dalam ranking FIFA. Skuad Garuda berada di peringkat ke-118 dunia, sedangkan Singapura menempati posisi ke-148. Perbedaan 30 peringkat tersebut membuat Indonesia secara teori lebih diunggulkan.
Namun, keunggulan itu tidak terlihat dalam hasil akhir. Indonesia justru harus tersingkir setelah hanya mampu membawa pulang satu poin dari kandang Singapura.
Indonesia sebenarnya berhasil mendapatkan awal yang positif. Ragnar Oratmangoen mencetak gol pada menit ke-47 dan membuat Garuda berada di atas angin.
- instagram Ragnar Oratmangoen
Jika skor tersebut bertahan hingga akhir pertandingan, Indonesia memiliki peluang besar mengamankan tiket semifinal. Namun, Singapura tidak menyerah begitu saja.
Tuan rumah berhasil membalas melalui Ilhan Fandi pada menit ke-66. Setelah kedudukan menjadi 1-1, Indonesia membutuhkan satu gol tambahan untuk membalikkan situasi, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Singapura kemudian mempertahankan skor hingga peluit akhir dan memastikan diri lolos sebagai runner-up Grup A. Indonesia pun harus tersingkir dari turnamen.
Kegagalan tersebut menjadi perhatian media Vietnam karena Indonesia memiliki sejumlah pemain dengan pengalaman bermain di luar negeri.
- tvOnenews-Julio Tri Saputra
The Thao247 menyoroti nama-nama seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, Justin Hubner, Shayne Pattynama, Thom Haye, Ivar Jenner, Eliano Reijnders, dan Ragnar Oratmangoen.
Deretan pemain tersebut dinilai membawa pengalaman dan kualitas yang seharusnya dapat menjadi keuntungan bagi Indonesia.
Akan tetapi, keunggulan di atas kertas ternyata tidak cukup untuk membantu Garuda melewati fase grup.
"Kekalahan ini bahkan lebih patut diperhatikan mengingat Indonesia masih memiliki lebih dari 10 pemain kelahiran luar negeri," lanjut The Thao247.
Sorotan media Vietnam tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Indonesia. Garuda memiliki ranking FIFA lebih tinggi dan sejumlah pemain berpengalaman di luar negeri, tetapi tetap gagal mencapai semifinal.
"Bagi Indonesia, ini adalah paradoks yang pahit : peringkat lebih tinggi, skuad yang lebih berorientasi internasional, namun tetap tidak cukup untuk melewati babak penyisihan grup," tegas media Vietnam itu.
"Setelah enam kali tampil di final tanpa pernah memenangkan gelar, tujuan tim sepak bola Indonesia untuk menaklukkan Piala AFF harus menunggu lebih lama lagi, sementara pertanyaan tentang bagaimana menerjemahkan potensi menjadi kesuksesan nyata tetap belum terjawab," tutup The Thao247.
Kemampuan menjaga keunggulan, menghadapi tekanan, serta tampil konsisten dalam laga penentuan menjadi faktor yang tidak kalah penting.
Sementara itu, Singapura berhasil membuktikan bahwa status sebagai tim dengan ranking lebih rendah bukan alasan untuk menyerah sebelum pertandingan.
Mereka justru mampu memanfaatkan situasi dan mengamankan hasil yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan di Piala AFF 2026. (asl)