news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Sumber :
  • Instagram @fasingapore

Timnas Indonesia Apes Terus Ditinggal STY, Bung Harpa Teringat Kutukan 100 Tahun Benfica

Kesialan demi kesialan yang dialami Timnas Indonesia usai ditinggalkan pelatih Shin Tae-yong membuat pengamat Bung Harpa teringat kasus Bela Guttmann di Benfica
Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:23 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Bung Harpa, pengamat sepak bola nasional khawatir dengan kondisi Timnas Indonesia yang terus mengalami kesialan setelah mendepak Shin Tae-yong.

Bahkan menurut Bung Harpa, ia langsung teringat dengan kisah Benfica, di mana klub asal Portugal itu tak pernah juara Eropa karena memecat pelatihnya.

Nama Shin Tae-yong kembali bergema setelah Timnas Indonesia asuhan John Herdman gagal total di Piala AFF 2026. Fase grup jadi hasil maksimal yang diraih.

Tak sedikit pihak yang kemudian membandingkan kiprah John Herdman dengan Timnas Indonesia periode kepelatihan Shin Tae-yong.

Ada juga pihak yang menyoroti bagaimana Timnas Indonesia terus mengalami nasib apes setelah memecat Shin Tae-yong secara mendadak pada awal 2025.

Teringat Kasus Benfica 

Timnas Indonesia di Piala AFF
Sumber :
  • tvOnenews-Julio Tri Saputra

Hal ini dikatakan oleh pengamat Bung Harpa yang menyadari bahwa selepas kepergian Shin Tae-yong, Timnas Indonesia selalu alami kegagalan di banyak ajang.

“Boleh dibilang mistik, boleh enggak, tapi selepas pemecatan Shin Tae-yong, semua kita berturut-turut gagal dalam banyak event,” ujar Bung Harpa di Youtube-nya.

Mulai dari Kualifikasi Piala Dunia 2026, SEA Games 2025, Asian Games 2026 dan yang terbaru Piala AFF 2026, di mana skuad Garuda terhenti di fase grup.

“Kita mulai dari round 4 gagal, kemudian Asian Games, AFF U-23, Piala Dunia U-17, lalu SEA Games, kemudian sekarang juga di ajang AFF kita juga gagal,” bebernya.

“Ya itu tergantung masing-masing point of view-nya. Tapi fakta itu terjadi bahwa kita gagal beruntun sejak 2024 akhir ya, semua ajang,“ sambung Haris Pardede.

Bung Harpa lantas menyamakan kesialan yang dialami Timnas Indonesia ini dengan Benfica, raksasa Portugal yang selalu sial di final kejuaraan Eropa. 

“Orang bilang karma, orang bilang apa boleh percaya boleh enggak. Tapi ini agak sedikit mengingatkan gua dengan Bela Guttmann yakni pelatih dari Sporting Lisbon (Benfica) kalau enggak salah ya,” ujarnya.

“(Bela Guttmann) diperlakukan dengan tidak baik. Lantas kemudian tim ini masuk berkali-kali final enggak pernah juara karena dikutuk 100 tahun enggak bisa juara katanya,” tambahnya.

Nasib Apes Benfica

Bela Guttmann, mantan pelatih Benfica
Sumber :
  • SL Benfica

Kisah ini berawal saat pelatih asal Hungaria Bela Guttmann membawa Benfica juara Liga Champions Eropa dua kali berturut-turut pada 1961 dan 1962.

Dengan pencapaian itu, Bela Guttmann lalu meminta bonus atau kenaikan gaji. Akan tetapi, jawaban dari manajemen Benfica terasa mengecewakan.

Hingga kemudian Bela Guttmann angkat kaki dari Estadio Da Luz. Tapi sebelum pergi, dia mengucapkan kalimat sumpah serapah soal masa depan Benfica.

“Tidak dalam seratus tahun dari sekarang, Benfica akan menjadi juara Eropa,“ tegasnya.

Seolah ucapannya tersebut dikabulkan, Benfica selalu kalah dalam delapan pertandingan final kompetisi Eropa yang mereka capai sejak 1963.

Eusebio, legenda klub bahkan pernah berziarah ke makam Guttmann sebelum final Liga Champions 1990 antara AC Milan vs Benfica, namun tetap saja hasilnya minor.

Legenda klub, Eusébio, bahkan pernah mendatangi makam Bela Guttmann pada tahun 1990 untuk berdoa dan memohon maaf sebelum laga final. Apesnya, Benfica kalah.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
01:38
02:31
01:50
02:12
01:13

Viral