news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Sumber :
  • tvOnenews-Julio Tri Saputra

Suporter Kecewa Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026, Bung Harpa: Kritik Itu Wajar

Kekecewaan suporter memuncak setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Namun, Bung Harpa menilai kritik merupakan merupakan hal wajar.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:39 WIB
Reporter:
Editor :

Ia justru menilai penyebutan kritik sebagai hujatan berpotensi menempatkan publik seolah-olah berada di posisi berseberangan dengan Timnas Indonesia. Menurutnya, narasi semacam itu dapat mengalihkan perhatian dari persoalan sebenarnya yang perlu dibenahi.

"Seolah-olah kita yang disudutkan, bahwa kita menghujat pemain, dan playing victim, hujatlah kami katanya," pungkasnya.

Menurutnya, masih terdapat banyak pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian dari PSSI maupun tim kepelatihan. Ia pun menilai sejumlah persoalan tersebut sebenarnya sudah terlihat dan menjadi bahan pembicaraan publik sejak lama.

"Masalah yang gua bahas di video gue sebelumnya itu banyak PR mungkin yang kalian juga bisa ngelihat kok, masalah-masalah di tim nasional kita itu seperti itu," ujarnya.

Bung Harpa kemudian menyinggung sejumlah aspek yang menurutnya perlu dievaluasi, mulai dari pemilihan pemain hingga berbagai detail persiapan Timnas Indonesia sebelum menghadapi Vietnam.

Ia juga menyoroti faktor di luar lapangan, termasuk lokasi hotel yang dinilai terlalu jauh. Selain itu, sikap pemain setelah pertandingan serta aspek teknis dan taktik juga disebutnya sebagai bagian dari persoalan yang layak dibicarakan secara terbuka.

"Kemudian juga soal attitude pemain setelah pertandingan, sial pemain, soal mungkin teknik taktik pertandingan. Ini kan sebenarnya sesuatu yang biasa kita obrolkan sejak dulu kita dimana-mana di ruang publik, di ruang tamu, di tongkrongan, itu biasa kita obrolkan," katanya.

Menurut Bung Harpa, keberadaan media sosial hanya mengubah cara masyarakat menyampaikan pendapat. Jika sebelumnya kritik lebih banyak dibicarakan di ruang-ruang informal, kini masyarakat dapat menyampaikannya secara langsung melalui kolom komentar dan berbagai platform digital.

"Sekarang bedanya orang bisa menuangkan di dalam bentuk komen, nah tentu saja tidak semua komen itu benar," tuturnya.

Karena itu, Bung Harpa menilai PSSI perlu mampu membedakan antara kritik, evaluasi, dan hujatan. Kritik terhadap performa pemain maupun kebijakan federasi, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika sepak bola selama disampaikan secara proporsional dan tidak berubah menjadi serangan pribadi.

Ia juga menilai PSSI perlu membenahi pola komunikasinya dengan publik. Menurutnya, respons yang lebih terbuka dan profesional akan membantu meredam polemik sekaligus mencegah munculnya narasi yang justru memperkeruh suasana di sekitar Timnas Indonesia.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:19
01:38
01:32
04:35
04:23
06:18

Viral