- FA Laos
Usai Kontroversi Wasit Timnas Indonesia Vs Singapura, Dugaan Match-Fixing Laos Bikin Integritas Piala AFF 2026 Disorot
- X/Timnas Indonesia
Salah satu insiden terjadi sekitar menit ke-20 ketika Mitchell Baker terjatuh di kotak penalti Singapura. Pemain Indonesia tersebut sempat meminta penalti karena terjadi kontak dengan pemain lawan, tetapi wasit tidak menunjuk titik putih.
Kontroversi lainnya muncul pada menit ke-62. Kiper Singapura, Mohamad Izwan Mahbud, menangkap bola dengan tangan setelah bola datang dari sentuhan kaki pemain Singapura.
Keputusan wasit untuk membiarkan permainan berlanjut kemudian kembali dipertanyakan. Indonesia tidak mendapatkan tendangan bebas tidak langsung meski situasi tersebut terjadi di dalam area penalti Singapura.
"Padahal, menurut Laws of the Game, penjaga gawang tidak boleh menangkap bola apabila bola sengaja ditendang kepadanya oleh rekan setim," kata Akmal.
- Instagram/ffc_official_ig
"Jika sentuhan itu dinilai sebagai deliberate back-pass, Indonesia seharusnya mendapat tendangan bebas tidak langsung dari jarak sangat dekat karena kejadian ada di dalam kotak penalti Singapura," sambungnya.
Dua insiden tersebut sama-sama terjadi di wilayah pertahanan Singapura. Apabila keputusan berbeda diambil, situasi tersebut berpotensi menghadirkan peluang bola mati berbahaya bagi Timnas Indonesia.
"Meski keputusan wasit tetap merupakan bagian dari penilaian teknis pertandingan, kontroversi itu memperkuat tuntutan agar AFF mengevaluasi kualitas dan konsistensi perangkat pertandingan," ungkap Akmal.
Akmal menegaskan dugaan match-fixing yang mencuat di Laos dan kontroversi kepemimpinan wasit dalam pertandingan Indonesia melawan Singapura merupakan dua persoalan berbeda. Namun, keduanya memiliki titik temu dalam hal kepercayaan terhadap tata kelola kompetisi.
Ia menilai AFF perlu mengambil langkah jelas untuk menjaga kepercayaan publik terhadap turnamen. Transparansi menjadi salah satu hal penting agar setiap persoalan tidak berkembang menjadi spekulasi yang semakin luas.
"Namun, keduanya bertemu pada isu yang sama, yakni kepercayaan terhadap tata kelola kompetisi. AFF perlu merespons secara transparan dan memastikan bahwa Hyundai ASEAN Cup 2026 berlangsung jujur, kompetitif, serta diawasi melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Munculnya kasus Laos membuat AFF kini memiliki pekerjaan besar untuk memastikan integritas kompetisi tetap terjaga. Apalagi, Hyundai ASEAN Cup 2026 merupakan salah satu turnamen utama sepak bola di kawasan Asia Tenggara.