- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Mantan Exco PSSI Ungkap Perbedaan Pendekatan STY dan John Herdman, Soroti Mental Pemain Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani, membahas perbedaan pendekatan psikologis Shin Tae-yong dan John Herdman dalam menangani Timnas Indonesia.
Menurut Hasani, pendekatan seorang pelatih tidak hanya berkaitan dengan strategi dan taktik di lapangan, tetapi juga bagaimana membangun mental serta karakter pemain ketika menghadapi situasi sulit.
Meski Shin Tae-yong kini tidak lagi menangani Timnas Indonesia, kontribusinya terhadap perkembangan skuad Garuda masih menjadi pembahasan.
- Kita Garuda
Selama berada di Indonesia, pelatih asal Korea Selatan tersebut tidak hanya meningkatkan prestasi dan peringkat FIFA, tetapi juga melakukan regenerasi pemain.
Sejumlah pemain seperti Asnawi Mangkualam, Egy Maulana Vikri, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, dan Rizky Ridho mendapat kesempatan besar di era Shin Tae-yong.
STY juga berperan dalam masuknya sejumlah pemain keturunan yang kemudian menjadi bagian penting Timnas Indonesia, seperti Justin Hubner, Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Calvin Verdonk, hingga Kevin Diks.
Selain itu, pendekatan Shin Tae-yong juga disebut memberikan pengaruh terhadap tim-tim kelompok umur. Nova Arianto, misalnya, pernah mengungkap bahwa dirinya belajar dari STY ketika menyiapkan Timnas Indonesia U-17 menghadapi Korea Selatan.
Hasani Soroti Mental Pemain Timnas Indonesia
Hasani Abdulgani kemudian menyoroti mental pemain Timnas Indonesia setelah kegagalan di Piala AFF 2026. Salah satu pertandingan yang menjadi sorotan adalah ketika Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam pada fase grup.
Menurut Hasani, ia melihat perbedaan ketika Timnas Indonesia berada dalam situasi tertinggal dibandingkan saat masih ditangani Shin Tae-yong.
"Saya tidak melihat mental pemain waktu ketinggalan, itu di era STY (fightback-nya)," ungkap Hasani dilansir dari kanal YouTube Bola Bung Binder.
Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya terlihat ketika menghadapi Vietnam. Dalam pertandingan melawan Singapura, misalnya, Indonesia sempat unggul 1-0 sebelum lawan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Namun, setelah kehilangan keunggulan tersebut, skuad Garuda dinilai kesulitan untuk kembali bangkit.
"Khusunya lawan Vietnam itu kita drop," ucap Hasani.
Bung Binder kemudian menanyakan apakah kondisi mental tersebut juga berkaitan dengan pendekatan yang diterapkan pelatih.