- tvOnenews/Julio Tri Saputra
Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Justru Dihadapkan 3 Masalah Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia akan kembali menjalani persaingan internasional dalam waktu dekat. Skuad Garuda dijadwalkan tampil di Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 yang menjadi edisi perdana turnamen tersebut.
Indonesia mendapatkan kesempatan menjadi salah satu tuan rumah kompetisi. FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 4 Oktober mendatang.
PSSI pun dikabarkan telah menyiapkan dua stadion sebagai venue pertandingan. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, dipersiapkan untuk menggelar pertandingan turnamen tersebut.
Di balik status sebagai tuan rumah, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi skuad asuhan John Herdman. Berikut tiga tantangan yang berpotensi mengadang Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
1. Minim Pengalaman Bermain di Kandang Lawan
- Kitagaruda.id
Salah satu persoalan yang belakangan melekat pada Timnas Indonesia adalah minimnya pengalaman bermain di markas lawan. Kondisi tersebut membuat skuad Garuda tidak terlalu sering merasakan tekanan dari suporter tuan rumah ketika menjalani pertandingan internasional.
Situasi itu kembali terjadi di FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia justru dipercaya menjadi tuan rumah sehingga sebagian besar pertandingan yang dijalani kemungkinan kembali berlangsung di depan pendukung sendiri.
Padahal, bermain di kandang lawan memberikan pengalaman berbeda bagi pemain. Tekanan suporter, kondisi lapangan, perjalanan, hingga atmosfer pertandingan bisa menjadi faktor yang menguji mental sebuah tim.
FIFA ASEAN Cup 2026 seharusnya bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mendapatkan pengalaman tersebut. Namun, status tuan rumah membuat Garuda kembali kehilangan kesempatan merasakan atmosfer pertandingan tandang.
2. Potensi Kejenuhan di Kandang Sendiri
- Instagram/jayidzes
Status sebagai tuan rumah tentu memberikan keuntungan bagi Timnas Indonesia. Dukungan puluhan ribu suporter dapat menjadi tambahan energi ketika skuad Garuda bertanding.
Namun, situasi tersebut juga berpotensi menghadirkan tantangan tersendiri. Jika pertandingan Indonesia kembali banyak dimainkan di SUGBK, pemain dan suporter berpotensi merasakan kejenuhan karena atmosfer pertandingan yang relatif serupa.
Terlebih, SUGBK sudah cukup sering menjadi markas Timnas Indonesia dalam berbagai agenda internasional. Karena itu, faktor kejutan dari lingkungan pertandingan yang biasanya muncul ketika bermain tandang tidak akan dirasakan Garuda di turnamen ini.