- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Hokky Caraka Ungkap Sisi Lain dari Shin Tae-yong, Ternyata Terbuka jika Pemain Berani Berargumen
tvOnenews.com - Meski Shin Tae-yong sudah tidak lagi menangani Timnas Indonesia, kontribusinya selama menukangi skuad Garuda masih kerap menjadi pembahasan.
Selain meningkatkan prestasi dan peringkat Indonesia, pelatih asal Korea Selatan itu juga berperan dalam proses regenerasi pemain.
Di era Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mulai diisi sejumlah pemain muda yang kemudian menjadi bagian penting dari skuad, seperti Asnawi Mangkualam, Egy Maulana Vikri, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, dan Rizky Ridho.
- Kita Garuda
Shin Tae-yong juga menjadi bagian dari periode ketika Timnas Indonesia diperkuat sejumlah pemain keturunan yang memiliki pengalaman sepak bola Eropa. Beberapa di antaranya adalah Justin Hubner, Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Calvin Verdonk, hingga Kevin Diks.
Dari sisi prestasi, Shin Tae-yong berhasil membawa Timnas Indonesia menembus babak 16 besar Piala Asia 2023, putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, serta mengantarkan Timnas U-23 hingga semifinal Piala Asia U-23.
Di balik pencapaian tersebut, Hokky Caraka mengungkap sisi lain dari karakter Shin Tae-yong sebagai pelatih. Menurutnya, STY bukan sosok yang menutup ruang bagi pemain untuk menyampaikan pendapat.
Hokky justru menyebut Shin Tae-yong sebagai pelatih yang terbuka terhadap pertanyaan maupun argumen pemain, terutama ketika berkaitan dengan penerapan taktik di lapangan.
Awalnya, Mamat Alkatiri menyinggung anggapan bahwa tidak banyak pemain yang berani melakukan konfrontasi atau menyampaikan perbedaan pendapat secara langsung kepada pelatih.
Hokky kemudian menjelaskan bahwa keberaniannya untuk bertanya atau menyampaikan argumen kepada pelatih sudah terbentuk sejak mengikuti program Garuda Select di Inggris.
Saat itu, ia mendapat pesan dari Dennis Wise dan Des Walker agar para pemain tidak menyimpan ketidaksetujuan di belakang pelatih. Jika ada sesuatu yang tidak dipahami atau tidak disepakati, pemain justru diminta menyampaikannya secara langsung.
"Kata Dennis Wise dan Des Walker, kalau ada yang nggak setuju, mending kalian omongin, jangan ngomong di belakang, karena itu bisa merusak skema tim," tutur Hokky, dilansir dari kanal YouTube Sport77.
Kebiasaan tersebut kemudian terbawa ketika Hokky memperkuat Timnas Indonesia.
Ketika ditanya apakah dirinya juga pernah menerapkan sikap tersebut kepada Shin Tae-yong, Hokky membenarkannya.
"Waktu di meeting iya (pernah)," ujar Hokky.
Pernyataan tersebut membuat Mamat Alkatiri terkejut. Ia kemudian memastikan apakah pemain memang diperbolehkan mengonfrontasi Shin Tae-yong ketika memiliki pandangan berbeda.
"Berarti bisa dong dikonfrontasi Coach Shin, katanya nggak bisa," ucap Mamat Alkatiri.
Hokky pun menegaskan bahwa Shin Tae-yong tidak melarang pemain untuk menyampaikan pendapat. Bahkan, menurutnya, sang pelatih justru ingin mengetahui alasan di balik keputusan atau pergerakan pemain di lapangan.
"Contoh misal kan, kenapa kalian geraknya ke sini, kenapa nggak ke sini, nah itu kita bisa jawab," kata Hokky.
- tvonenews.com - Taufik Hidayat
"Jadi dia malah mau kita menjawab, karena kan Coach Shin Tae-yong pingin tahu alasannya, nah kalau alasannya nggak masuk akal, baru dia marah," lanjutnya.
Dengan demikian, menurut Hokky, konfrontasi dalam konteks taktik bukan berarti pemain melawan pelatih. Shin Tae-yong justru memberikan ruang bagi pemain untuk menjelaskan pemikirannya, selama argumen tersebut memiliki alasan yang jelas dan masuk akal.