- tvOnenews-Julio Tri Saputra
Alasan John Herdman Dikritik usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026, Era Shin Tae-yong Jadi Perbandingan
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mendapat sorotan setelah gagal membawa skuad Garuda melewati fase grup Piala AFF 2026. Presiden Klub Semen Padang, Andre Rosiade, menjadi salah satu pihak yang meminta kinerja sang juru taktik mulai dievaluasi secara terbuka.
Herdman sebelumnya datang dengan ekspektasi tinggi untuk membawa perubahan di tubuh Timnas Indonesia. Namun, Piala AFF 2026 justru menghadirkan salah satu hasil yang mengecewakan dalam perjalanan awal pelatih tersebut bersama skuad Garuda.
Timnas Indonesia bahkan tidak mampu mendapatkan satu tempat di babak semifinal. Perjalanan Rizky Ridho dan kolega harus berakhir setelah hanya menempati urutan ketiga pada klasemen akhir Grup A.
Garuda mengoleksi tujuh poin sepanjang fase grup dengan catatan dua kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan. Jumlah tersebut masih berada di bawah Vietnam dan Singapura yang akhirnya menjadi dua wakil Grup A menuju empat besar.
Kondisi tersebut membuat Andre menilai periode tanpa tekanan yang sempat dinikmati Herdman sudah seharusnya berakhir. Menurutnya, hasil di Piala AFF menjadi alasan yang cukup untuk mulai mempertanyakan sejumlah aspek dari kinerja pelatih Timnas Indonesia.
"John Herdman harus diberikan ruang untuk dikritik. Ya, karena John Herdman kan manusia biasa. Karena dia menurut saya sudah menikmati bulan madu," ujar Andre di Tangerang, Selasa (25/8/2026).
"Wajar kalau ada yang mengkritik John Herdman. Karena dengan pemain yang begitu banyak naturalisasi, kita malah kalah," tambahnya.
Bukan hanya kegagalan menembus semifinal yang menjadi perhatian Andre. Materi pemain yang tersedia bagi Herdman turut membuat hasil tersebut terasa semakin mengecewakan baginya.
Timnas Indonesia memang memiliki sejumlah pemain naturalisasi yang menjadi bagian dari skuad pada turnamen Asia Tenggara tersebut. Andre merasa keberadaan mereka semestinya bisa membantu Garuda mendapatkan pencapaian yang lebih baik.
Apalagi, Indonesia sebenarnya masih memegang nasib sendiri menjelang pertandingan terakhir Grup A. Laga menghadapi Singapura menjadi kesempatan terakhir untuk merebut tiket menuju semifinal.
Garuda kemudian gagal mendapatkan hasil maksimal dalam pertandingan penentuan tersebut. Duel menghadapi tuan rumah Singapura berakhir dengan skor sama kuat 1-1.