news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
Sumber :
  • tvOnenews-Julio Tri Saputra

Alasan John Herdman Dikritik usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026, Era Shin Tae-yong Jadi Perbandingan

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mendapat sorotan setelah gagal membawa skuad Garuda melewati fase grup Piala AFF 2026.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:36 WIB
Editor :

‎Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mendapat sorotan setelah gagal membawa skuad Garuda melewati fase grup Piala AFF 2026. Presiden Klub Semen Padang, Andre Rosiade, menjadi salah satu pihak yang meminta kinerja sang juru taktik mulai dievaluasi secara terbuka.

‎Herdman sebelumnya datang dengan ekspektasi tinggi untuk membawa perubahan di tubuh Timnas Indonesia. Namun, Piala AFF 2026 justru menghadirkan salah satu hasil yang mengecewakan dalam perjalanan awal pelatih tersebut bersama skuad Garuda.

‎Timnas Indonesia bahkan tidak mampu mendapatkan satu tempat di babak semifinal. Perjalanan Rizky Ridho dan kolega harus berakhir setelah hanya menempati urutan ketiga pada klasemen akhir Grup A.

‎Garuda mengoleksi tujuh poin sepanjang fase grup dengan catatan dua kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan. Jumlah tersebut masih berada di bawah Vietnam dan Singapura yang akhirnya menjadi dua wakil Grup A menuju empat besar.

‎Kondisi tersebut membuat Andre menilai periode tanpa tekanan yang sempat dinikmati Herdman sudah seharusnya berakhir. Menurutnya, hasil di Piala AFF menjadi alasan yang cukup untuk mulai mempertanyakan sejumlah aspek dari kinerja pelatih Timnas Indonesia.

‎"John Herdman harus diberikan ruang untuk dikritik. Ya, karena John Herdman kan manusia biasa. Karena dia menurut saya sudah menikmati bulan madu," ujar Andre di Tangerang, Selasa (25/8/2026). 

‎"Wajar kalau ada yang mengkritik John Herdman. Karena dengan pemain yang begitu banyak naturalisasi, kita malah kalah," tambahnya. 

‎Bukan hanya kegagalan menembus semifinal yang menjadi perhatian Andre. Materi pemain yang tersedia bagi Herdman turut membuat hasil tersebut terasa semakin mengecewakan baginya.

‎Timnas Indonesia memang memiliki sejumlah pemain naturalisasi yang menjadi bagian dari skuad pada turnamen Asia Tenggara tersebut. Andre merasa keberadaan mereka semestinya bisa membantu Garuda mendapatkan pencapaian yang lebih baik.

‎Apalagi, Indonesia sebenarnya masih memegang nasib sendiri menjelang pertandingan terakhir Grup A. Laga menghadapi Singapura menjadi kesempatan terakhir untuk merebut tiket menuju semifinal.

‎Garuda kemudian gagal mendapatkan hasil maksimal dalam pertandingan penentuan tersebut. Duel menghadapi tuan rumah Singapura berakhir dengan skor sama kuat 1-1.

‎Tambahan satu angka hanya membuat Indonesia mengakhiri fase grup dengan tujuh poin. Sementara itu, Singapura mengumpulkan delapan angka untuk mengunci posisi runner-up.

‎Vietnam tampil sebagai tim terbaik di Grup A dengan koleksi 10 poin. Hasil tersebut membuat Vietnam dan Singapura melanjutkan perjalanan, sedangkan Indonesia harus angkat koper.

‎Catatan itu sekaligus menghadirkan rapor buruk lainnya bagi skuad Garuda di turnamen sepak bola Asia Tenggara. Indonesia tercatat gagal mencapai semifinal dalam dua edisi Piala AFF secara beruntun.

‎Situasi tersebut semakin terasa mengecewakan karena penantian panjang terhadap gelar pertama belum juga berakhir. Sejak turnamen digelar pertama kali pada 1996, trofi Piala AFF masih belum pernah berada dalam genggaman Timnas Indonesia.

‎Namun, persoalan yang dilihat Andre ternyata tidak berhenti pada hasil akhir. Kondisi pemain ketika menjalani pertandingan turut menjadi hal yang membuatnya mempertanyakan pekerjaan tim kepelatihan Herdman.

‎Secara khusus, Andre memperhatikan ketahanan fisik pemain ketika pertandingan memasuki babak kedua. Ia merasa ada penurunan intensitas yang cukup terlihat setelah laga berjalan sekitar satu jam.

‎Pengamatan tersebut kemudian membuat Andre membawa perbandingan dengan periode kepelatihan Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu sebelumnya menangani Garuda sebelum kursi kepelatihan beralih kepada Herdman.

‎Andre mengingat skuad Timnas Indonesia pada era Shin Tae-yong mampu mempertahankan intensitas permainan lebih lama. Bahkan, para pemain dinilainya masih sanggup tampil agresif ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.

‎Hal tersebut yang menurutnya belum terlihat secara konsisten pada tim asuhan Herdman. Andre mengklaim sejumlah pemain justru mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan ketika laga belum memasuki fase akhir.

‎"Mohon maaf ya, saya ini penonton bola, saya nggak bela Shin Tae-yong. Tapi faktanya, di zaman John Herdman menit 60, itu pemain kita udah ngos-ngosan," kata Andre. 

Presiden Klub Semen Padang Andre Rosiade
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

‎Meski membawa nama Shin Tae-yong dalam perbandingannya, Andre menegaskan pandangannya bukan didasari keinginan membela mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut. Penilaiannya disebut berasal dari apa yang dilihat ketika menyaksikan permainan Garuda.

‎Sorotan terhadap kebugaran tersebut kini menjadi pekerjaan tambahan bagi Herdman setelah kegagalan di Piala AFF. Tim pelatih perlu mencari penyebab mengapa intensitas permainan dinilai mengalami penurunan ketika pertandingan berjalan semakin lama.

‎Di sisi lain, persoalan taktikal dan efektivitas permainan juga tidak bisa dilepaskan dari evaluasi. Materi pemain yang dimiliki membuat tuntutan terhadap Herdman untuk menghasilkan performa lebih meyakinkan akan tetap tinggi.

‎Herdman pun masih memiliki kesempatan untuk memberikan jawaban melalui agenda Timnas Indonesia berikutnya. Hasil buruk di Piala AFF 2026 dapat menjadi titik awal pembenahan sebelum Garuda kembali menjalani pertandingan kompetitif.

‎(igp/rda)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:28
05:13
03:46
05:27
02:26
01:41

Viral