news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Como, Cesc Fabregas.
Sumber :
  • REUTERS/Daniele

Cesc Fabregas Ternyata Pernah Pantau Pemain Timnas Indonesia U-23 untuk Dibawa ke Como, Tapi Batal Gara-gara Ini

Cesc Fabregas ternyata pernah memantau pemain Timnas Indonesia U-23 untuk dibawa ke Como. Legenda Merah Putih Kurniawan Dwi Yulianto mengungkap fakta tersebut.
Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:12 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Como 1907 sempat dikaitkan dengan pemain Timnas Indonesia setelah klub yang dimiliki pengusaha Indonesia itu promosi ke Serie A Italia. Namun, siapa sangka sebelum akhirnya merekrut pemain Irak, Cesc Fabregas ternyata pernah memantau langsung perkembangan sejumlah pemain Timnas Indonesia U-23.

Hal tersebut diungkapkan legenda Timnas Indonesia yang juga pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Como 1907, Kurniawan Dwi Yulianto. Menurut Kurniawan, Fabregas pernah memantau pertandingan Timnas Indonesia U-23 ketika menghadapi Irak pada Piala Asia U-23 2024 di Qatar.

"Sebenarnya kalau enggak salah waktu itu Fabregas  pernah memantau pertandingan kita U-23 ketika Indonesia lawan Irak kalau enggak salah," ujar Kurniawan dikutip dari channel YouTube Ruang Publik pada Kamis (27/8/2026).

Kurniawan menjelaskan bahwa keberadaan Fabregas ketika itu berkaitan dengan upaya Como melihat potensi pemain Indonesia. Pantauan tersebut menjadi bagian dari proses pencarian pemain yang dinilai bisa sesuai dengan kebutuhan klub.

Timnas Indonesia U-23 ketika berlaga di Piala Asia U-23 2024
Sumber :
  • PSSI

"Karena mereka mau kalau enggak salah mau lihatlah pemain Indonesia," kata Kurniawan menambahkan.

Menurut Kurniawan, Como memang sempat memiliki ketertarikan untuk melihat langsung kualitas pemain Indonesia. Namun, hasil pemantauan tersebut tidak berujung pada perekrutan karena tidak ada pemain yang dinilai benar-benar cocok dengan karakter permainan yang diinginkan Fabregas.

"Tetapi akhirnya enggak ada pemain Indonesia yang  sesuai dengan filosofinya Fabregas mungkin iya," sambungnya.

Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia U-23 menghadapi Irak dalam perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024. Laga yang berlangsung pada 2 Mei 2024 itu berakhir dengan kemenangan Irak 2-1 melalui babak tambahan waktu.

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-23 Vs Irak
Sumber :
  • tvOnenews/Wildan Mustofa

Sementara itu, nama Ali Jasim justru mencuri perhatian Fabregas setelah tampil untuk Irak. Penyerang tersebut menjadi salah satu pemain yang menonjol pada ajang tersebut dan kemudian masuk dalam proyek Como 1907.

"Waktu itu akhirnya mereka ngambil Ali Jasim. Pemain dari Irak yang yang diambil," lanjut Kurniawan.

Ali Jasim tampil sebagai pemain yang mampu memanfaatkan kesempatan di level internasional. Performa sang penyerang bersama Irak membuatnya kemudian mendapatkan kesempatan melanjutkan karier di Eropa bersama Como.

Di sisi lain, status Como yang memiliki keterkaitan dengan pengusaha Indonesia juga membuat publik Tanah Air kerap mempertanyakan alasan klub tersebut belum banyak merekrut pemain Indonesia. Kurniawan menyebut terdapat faktor regulasi yang membuat perekrutan pemain dari luar Uni Eropa tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

"Yang pasti kalau setahu saya kalau enggak salah itu kuota pemain asing," ujarnya.

Pembatasan tersebut menjadi salah satu persoalan yang harus diperhitungkan Como ketika membangun skuad. Terlebih, pemain Indonesia masuk dalam kategori pemain non-Uni Eropa sehingga penggunaannya berkaitan dengan regulasi yang berlaku di Italia.

"Kuota pemain asing itu waktu itu ya waktu masih di Serie B kalau enggak salah kuota asing itu dari senior sampai ke junior itu akumulasi menjadi satu," jelasnya.

Menurut Kurniawan, penggunaan pemain asing di level tertentu dapat berpengaruh terhadap ruang yang tersedia untuk pemain asing lainnya. Karena itu, keputusan merekrut pemain harus mempertimbangkan kebutuhan skuad secara keseluruhan.

"Jadi kalau misalnya pemain asing ngambilnya junior berarti kuotanya senior sudah berkurang gitu kan," sambung Kurniawan.

Dengan kondisi tersebut, pemain Indonesia harus memiliki kualitas yang benar-benar dibutuhkan klub agar mampu bersaing mendapatkan tempat. Faktor teknis akhirnya menjadi sangat penting di samping persoalan regulasi.

"Nah Indonesia kan termasuk dihitungnya asing bukan Uni Eropa kan gitu kan iya," tuturnya. (fan)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral