- atalanta.it
Masih Ingat Mitchel Bakker? Bek Grade A yang Hampir Bela Timnas Indonesia Kini Alami Nasib Buruk di Serie A
Masalah kemudian datang pada musim berikutnya ketika Bakker mengalami cedera serius. Ia dilaporkan mengalami kerusakan ligamen anterior cruciatum atau ACL serta menjalani penanganan terhadap meniskus lutut kanan pada Juli 2025.
Cedera tersebut membuat kesempatan Bakker untuk mendapatkan tempat di skuad utama Atalanta semakin terbatas. Pada musim terakhirnya di Bergamo, ia bahkan hanya mencatat satu penampilan bersama Atalanta U-23 dan satu kali tampil untuk tim Primavera sebelum akhirnya berada di luar skuad utama.
- Atalanta Official
Kondisi tersebut membuat keputusan Atalanta untuk mengakhiri kontraknya tidak terlalu mengejutkan. Padahal, sebelumnya Bakker masih memiliki kontrak bersama La Dea hingga 30 Juni 2027, tetapi kedua pihak memilih mengakhiri kerja sama satu musim lebih cepat.
Sempat Dikaitkan dengan Timnas Indonesia
Nama Mitchel Bakker pernah menjadi perbincangan hangat di Indonesia pada awal 2025. Ketika itu, media Belanda Algemeen Dagblad (AD) melaporkan adanya ketertarikan PSSI terhadap sang pemain karena ia disebut memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarga yang berasal dari Maluku.
Bakker memiliki profil yang sangat menarik jika dikaitkan dengan kebutuhan Timnas Indonesia. Selain bermain sebagai bek kiri, pemain dengan tinggi sekitar 1,89 meter tersebut pernah memperkuat berbagai kelompok usia Belanda dari U-15 hingga U-21 dan belum pernah mendapatkan caps bersama tim senior Oranje.
Namun, peluang Bakker untuk memperkuat Timnas Indonesia ternyata tidak berjalan seperti yang ramai diberitakan. PSSI melalui anggota Exco Arya Sinulingga menjelaskan bahwa garis keturunan Bakker menjadi kendala karena berasal dari generasi ketiga atau buyut, sedangkan aturan FIFA terkait perpindahan asosiasi berdasarkan keturunan mensyaratkan hubungan hingga kakek atau nenek.
Erick Thohir juga sebelumnya menyampaikan bahwa PSSI kesulitan memproses Bakker karena tidak ditemukan garis keturunan Indonesia dari orang tua maupun kakek-nenek yang sesuai dengan regulasi FIFA. (fan)