news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Sumber :
  • X @timnasindonesia

Timnas Indonesia Disindir Eks Pejabat PSSI-nya Vietnam, Sebut Kualitas Pemain Naturalisasi Garuda Cuma Kelas Menengah ke Bawah

Timnas Indonesia disorot dari eks pejabat Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), Duong Vu Lam. Ia melontarkan kritik terhadap kualitas pemain naturalisasi Garuda.
Senin, 14 September 2026 - 14:34 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia mendapat sorotan dari mantan pejabat Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), Duong Vu Lam. Ia melontarkan kritik terhadap kualitas pemain naturalisasi skuad Garuda.

Duong Vu Lam merupakan mantan wakil presiden VFF. Ia menyampaikan pandangannya ketika membahas keberadaan pemain naturalisasi di sepak bola Vietnam dan Indonesia.

Menurut Vu Lam, masa depan sepak bola Vietnam seharusnya tetap bertumpu pada pemain lokal. Ia menilai naturalisasi hanya memberikan solusi untuk kebutuhan jangka pendek.

"Pemain asing yang dinaturalisasi kurang memiliki identitas lokal. Mereka tidak memiliki kekuatan mental yang sama dengan pemain lokal," kata Vu Lam.

Ia juga menyinggung aturan FIFA mengenai proses naturalisasi pemain. Menurutnya, pemain asing harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum bisa memperkuat sebuah negara.

"Kedua, pemain asing yang dinaturalisasi harus tinggal di negara tuan rumah setidaknya selama lima tahun. Hal itu sesuai dengan peraturan FIFA," ujarnya.

Vu Lam kemudian mengaitkan pandangannya dengan Timnas Indonesia. Ia menilai kualitas sejumlah pemain naturalisasi Garuda masih berada di level menengah.

"Adapun pemain naturalisasi Indonesia, mereka hanya pemain level rata-rata di Eropa. Mereka bermain untuk klub-klub menengah hingga lemah," kata Vu Lam.

Menurutnya, pemain tersebut memang bisa memberikan peningkatan kualitas bagi Indonesia. Namun, ia menilai level mereka masih belum setara dengan pemain dari negara-negara Asia teratas.

"Para pemain naturalisasi itu mungkin sedikit lebih baik daripada pemain-pemain yang murni berasal dari Asia Tenggara," ujarnya. Pandangan tersebut menunjukkan penilaiannya terhadap perkembangan skuad Garuda.

Vu Lam kemudian membandingkan pemain naturalisasi Indonesia dengan para pemain dari Jepang dan Korea Selatan. Ia juga menyebut Iran dan Australia sebagai negara yang memiliki pemain berkarier di Eropa.

"Akan tetapi dibandingkan dengan Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Australia yang juga bermain di Eropa, pemain naturalisasi Indonesia tidak ada apa-apanya," imbuhnya. Pernyataan itu menjadi bagian paling tajam dari kritik Vu Lam.

Meski demikian, pandangan tersebut merupakan penilaian pribadi Vu Lam terhadap kualitas pemain naturalisasi Indonesia. Performa seorang pemain tentu dapat berubah sesuai klub, kompetisi, peran, dan kondisi yang dihadapinya.

Lebih lanjut, Vu Lam menilai naturalisasi tidak boleh menjadi fondasi utama pembangunan sepak bola. Menurutnya, pembinaan pemain muda tetap menjadi kunci untuk membangun tim nasional dalam jangka panjang.

"Pemain naturalisasi hanya menyelesaikan masalah hasil instan. Fondasi sepak bola tetaplah pembinaan pemain muda," katanya. Ia berharap Vietnam tidak terlalu bergantung pada pemain yang didatangkan melalui proses naturalisasi.

Pernyataan Vu Lam juga menarik karena Vietnam sendiri turut menggunakan pemain naturalisasi. Kebijakan tersebut membuat pandangannya mengenai masa depan sepak bola lokal menjadi perhatian.

Ia tetap meyakini Vietnam bisa berkembang apabila pembinaan usia muda dilakukan secara konsisten. Sistem yang seragam dinilai akan membantu pemain memahami karakter permainan sejak level junior.

Dalam beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia dan Vietnam memang cukup gencar menggunakan pemain naturalisasi. Mereka terdiri dari pemain yang memiliki garis keturunan maupun pemain yang sudah lama tinggal di negara tersebut.

Vietnam misalnya, saat menjuarai Piala AFF 2026, skuad The Golden Star diperkuat lima pemain naturalisasi. Nama Rafaelson menjadi salah satu yang paling tersohor karena striker asal Brasil itu mampu mengemas 16 gol dari 17 pertandingan bersama Vietnam.

Sementara itu, Timnas Indonesia baru saja mendapat tambahan Luke Vickery dan Mitchell Baker yang sudah debut di Piala AFF 2026. Bahkan, Mitchell Baker berhasil menjadi top skor Garuda di ajang tersebut dengan torehan empat gol.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:58
01:14
05:25
05:17
09:47
02:43

Viral