- tvOnenews-Ilham Giovani
Media Malaysia Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Tahan Imbang Harimau Malaya dengan 10 Pemain
Wasit awalnya memberikan kartu kuning, tetapi keputusan itu berubah setelah VAR melakukan intervensi.
Haye akhirnya meninggalkan lapangan pada menit ke-37.
Sejak saat itu situasi pertandingan berubah. Indonesia harus mengurangi risiko dan menjaga keseimbangan pertahanan, sementara Malaysia memiliki keuntungan jumlah pemain.
Bermain melawan 10 pemain selama lebih dari satu babak membuat Malaysia memiliki ruang lebih besar untuk mengambil inisiatif.
Harimau Malaya meningkatkan tekanan dan berusaha mencari celah melalui serangan dari berbagai sisi. Indonesia pun lebih banyak berada dalam posisi bertahan.
Namun, keunggulan jumlah pemain tidak otomatis membuat Malaysia mampu mencetak gol.
Inilah yang kemudian membuat hasil 0-0 terasa berbeda bagi kedua tim.
Malaysia gagal memanfaatkan keunggulan pemain, sedangkan Indonesia berhasil mempertahankan hasil imbang meski bermain dengan kondisi yang jauh lebih sulit.
Dengan empat poin yang sudah dikumpulkan, Indonesia masih memiliki peluang untuk mengamankan posisi teratas Grup A.
Namun, hasil pertandingan terakhir akan sangat menentukan.
Jika Indonesia mampu mengalahkan Bangladesh, skuad Garuda akan menambah koleksi poinnya menjadi tujuh.
Pada kondisi tersebut, posisi akhir juga akan dipengaruhi hasil pertandingan Malaysia kontra Singapura serta aturan pemecah kebuntuan yang berlaku dalam kompetisi.
FIFA sendiri telah menetapkan pertandingan terakhir Grup A pada 1 Oktober 2026, dengan Indonesia menghadapi Bangladesh di SUGBK dan Malaysia melawan Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
(tsy)