- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Daftar 5 Pemain Diaspora yang Bisa Dinaturalisasi usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kelas Atas Eropa
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia sukses mencetak sejarah setelah menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menundukkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertandingan sebelumnya berakhir 2-2 hingga perpanjangan waktu melalui gol Dean James dan Elkan Baggott untuk skuad Garuda.
Keberhasilan tersebut bukan berarti proses membangun kekuatan Timnas Indonesia berhenti karena John Herdman masih memiliki agenda besar menuju Piala Asia 2027 hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030. Salah satu opsi yang bisa kembali dipertimbangkan PSSI adalah mencari pemain keturunan Indonesia yang berkarier di kompetisi Eropa.
Sejumlah pemain diaspora masih mempunyai hubungan keluarga dengan Indonesia dan belum membela tim nasional senior negara lain dalam pertandingan resmi. Namun, lima nama di bawah ini **belum berarti sedang diproses PSSI**, sebab kelayakan final tetap harus melalui pemeriksaan dokumen kewarganegaraan, aturan FIFA, serta kesediaan pemain.
Berikut lima pemain keturunan yang menarik untuk dipertimbangkan setelah Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
1. Demiane Agustien
- www.arsenal.com
Demiane Agustien menjadi salah satu nama paling menarik apabila PSSI ingin berinvestasi untuk jangka panjang karena pemain berusia 19 tahun tersebut sedang berkembang bersama Arsenal. Pemain berposisi gelandang serang itu mencetak lima gol dari 24 pertandingan akademi Arsenal pada musim 2025/2026 dan sudah ikut berlatih serta menjalani persiapan bersama lingkungan tim utama.
Jalur Indonesia Demiane berasal dari keluarga pihak ibunya, dengan sang nenek diketahui lahir di Jakarta. Demiane bahkan pernah menyampaikan secara terbuka mengenai asal-usul tersebut sehingga namanya layak masuk radar jika PSSI mencari gelandang kreatif generasi baru.
2. Julian Oerip
- Instagram/julianoerip
Nama berikutnya adalah Julian Oerip, gelandang Jong AZ yang mempunyai darah Indonesia dari garis keluarga Surabaya. Oerip lahir di Alkmaar pada 26 Oktober 2006 dan kini masih berusia 19 tahun dengan posisi utama sebagai gelandang.
Perkembangan Oerip bersama Jong AZ juga cukup menjanjikan karena ia sudah bermain di Eerste Divisie dan sempat mencuri perhatian lewat performa ofensifnya. Pada Februari 2026, golnya ke gawang FC Den Bosch bahkan terpilih sebagai gol terbaik bulanan klub.
3. Daijiro Chirino
- UD Almeria
Daijiro Chirino bisa menjadi opsi menarik untuk mempertebal sektor kanan pertahanan Timnas Indonesia. Bek kelahiran Zwolle tersebut saat ini menjadi bagian UD Almeria dan telah mendapatkan menit bermain di LaLiga Hypermotion musim 2026/2027.
Darah Indonesia Chirino disebut berasal dari keluarga ibunya yang mempunyai akar Maluku, yakni Saparua dan Ihamahu. Pemain bertinggi 185 sentimeter tersebut utamanya beroperasi sebagai bek kanan, tetapi fleksibilitasnya membuat ia juga menarik untuk skema dengan tiga pemain belakang.
4. Dean Zandbergen
- Instagram @vvv_venlo_1903
Jika PSSI ingin menambah penyerang tengah, nama Dean Zandbergen pantas diperhitungkan setelah perkembangan kariernya menanjak dalam setahun terakhir. Pemain berusia 25 tahun tersebut resmi meninggalkan VVV-Venlo pada September 2026 untuk bergabung dengan Dinamo Bucuresti hingga 2029.
Zandbergen datang ke Rumania setelah mencatat 15 gol dalam 34 pertandingan liga bersama VVV-Venlo pada musim sebelumnya, kemudian mencetak empat gol dari empat laga pada awal musim 2026/2027. Catatan tersebut membuatnya menawarkan profil berbeda sebagai striker bertubuh tinggi yang bisa menjadi titik pantul sekaligus ancaman di kotak penalti.
Dean juga disebut mempunyai garis keturunan Indonesia dari keluarga pihak ibu yang berasal dari Depok. Namanya sebelumnya sudah beberapa kali dikaitkan dengan kemungkinan memperkuat Garuda, meski belum ada pengumuman resmi bahwa PSSI sedang memproses naturalisasinya.
5. Pascal Struijk
- REUTERS/Scott Heppell
Nama paling mewah dalam daftar ini tentu Pascal Struijk, bek yang kini berkarier di Premier League bersama Brighton & Hove Albion. Brighton memboyong Struijk dari Leeds United pada Juni 2026 dan mengikat pemain berusia 26 tahun tersebut dengan kontrak lima tahun.
Struijk memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia melalui kakek dan neneknya yang berasal dari Hindia Belanda serta sejauh ini belum mencatat penampilan bersama Timnas Belanda senior. Dari sisi kualitas dan pengalaman, mantan bek Leeds tersebut bisa menjadi salah satu pemain keturunan dengan level klub tertinggi apabila suatu hari bersedia membuka pintu untuk Indonesia.
Namun, peluang mendapatkan Struijk jelas tidak sederhana karena ia sebelumnya masih menyimpan ambisi memperkuat Timnas Belanda. Karena itu, kasus Struijk lebih tepat disebut sebagai peluang besar di atas kertas ketimbang pemain yang sudah pasti akan dinaturalisasi.