news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

Jawaban Berkelas John Herdman soal Timnas Indonesia di Piala Dunia 2030, Bandingkan dengan Arab Saudi hingga Australia

John Herdman ungkap tantangan besar Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2030. Pelatih skuad Garuda itu menyoroti kesenjangan pengalaman internasional.
Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Setelah berhasil mengantarkan Timnas Indonesia meraih trofi FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman mendapat pertanyaan mengenai kesiapan skuad Garuda untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2030.

Pelatih Timnas Indonesia itu menilai bahwa skuad Garuda memiliki potensi besar dari segi bakat pemain. Namun, masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama pengalaman internasional serta sistem pendukung performa tim agar Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.

Herdman menekankan pentingnya membangun sistem dan struktur high-performance untuk memperkecil kesenjangan pengalaman Timnas Indonesia dengan negara-negara lain yang lebih terbiasa menghadapi persaingan di level Asia.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham Giovani

"Saya sudah mengatakan ini, yang masih kurang adalah pengalaman, menurut saya, kita sedang membangun profil pemain dari kumpulan pemain yang memiliki bakat. Jadi kita punya bibit-bibit unggul yang sudah tersedia," ungkapnya, dilansir dari kanal YouTube Liputan6.

"Namun, sistemnya belum terbiasa menangani bibit-bibit unggul itu, dan para pemain unggulan itu bertanding di arena yang belum mereka kenal, jadi menempatkan para atlet ibarat menaruh Ferrari di lintasan reli, saat mereka datang untuk bermain di Asia situasinya berbeda dari Eropa, sangat berbeda," tuturnya.

Menurut Herdman, proses membangun pengalaman menjadi salah satu fokus utama Timnas Indonesia saat ini. Ia menilai perjalanan yang telah dilalui dalam kompetisi dan kualifikasi sebelumnya dapat menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Baginya, kegagalan pada masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, pengalaman tersebut harus dijadikan bahan evaluasi agar Indonesia dapat belajar dari kesalahan dan meningkatkan peluang lolos ke Piala Dunia 2030.

"Jadi, kita perlu merasakan kegagalan untuk bisa maju kembali, gagal, maju kembali, gagal, maju kembali. Yang saya yakini adalah tim seperti Arab Saudi, Yordania, Australia, mereka sudah membangun pemahaman tentang cara lolos kualifikasi di Asia," ujarnya.

"Mereka tahu caranya, mereka tidak lagi membuat kesalahan yang dulu pernah dilakukan, baik dalam pengaturan perjalanan, pemilihan pemain maupun strategi pertandingan, semua hal itu seiring waktu akan mengurangi jumlah kesalahan yang bisa mengorbankan peluang lolos kualifikasi," lanjutnya.

John Herdman menjelaskan bahwa pengalaman dalam menghadapi berbagai situasi pertandingan dapat membantu sebuah tim mengambil keputusan yang tepat ketika berada di momen-momen krusial. Menurutnya, keberhasilan dalam kualifikasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu pemain, tetapi juga oleh kesiapan tim dalam menghadapi tekanan.

Ia mencontohkan pentingnya persiapan menghadapi adu penalti. Menurut Herdman, latihan dan perencanaan yang matang menjadi faktor penting yang dapat menentukan hasil pertandingan.

"Jika kami tidak melakukan persiapan penalti, saya tegaskan kami tidak akan memenangi adu penalti itu, saya jamin."

Pelatih asal Inggris tersebut juga menyoroti perbedaan jumlah penampilan internasional antara pemain Indonesia dan para pemain dari negara lain. Menurutnya, kesenjangan tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi agar skuad Garuda semakin siap menghadapi persaingan di level Asia.

"Jadi yang saya ingin sampaikan dengan sangat jelas adalah ada kesenjangan pengalaman yang dimiliki Indonesia, tim kami rata-rata baru mencatat 16 kali penampilan internasional, Australia punya 40 atau 30, itu membuat perbedaan, bakat Anda membawa ke sini, tetapi faktor-faktor lain bisa mengurangi dampak bakat tersebut," jelasnya.

"Saya terus mengatakan, sebagai bagian rencana peningkatan performa kami, kami datang kesini untuk memperkecil kesenjangan pengalaman dalam lolos ke kualifikasi turnamen FIFA."

Herdman menegaskan bahwa dirinya bersama staf pelatih memiliki pengalaman selama sekitar 20 tahun dalam membantu tim melewati proses kualifikasi menuju turnamen internasional. Pengalaman tersebut ingin dimanfaatkan untuk meminimalkan kesalahan sekaligus memaksimalkan potensi yang dimiliki para pemain Indonesia.

"Kami menimalkan kesalahan yang mungkin terjadi, memaksimal peluang, pola pikir, keterampilan dan struktur permainan yang diterapkan di lapangan."

Selain mempersiapkan aspek teknis dan taktik, Herdman juga memastikan bahwa Indonesia tengah membangun sistem pendukung performa tinggi secara menyeluruh. Sistem tersebut mencakup berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi dan kesiapan pemain, mulai dari kesehatan, nutrisi, pola tidur hingga pengaturan perjalanan tim dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Mantan pelatih Timnas Kanada itu menilai bahwa persiapan semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun tim yang mampu tampil konsisten di level internasional.

"Semua ini sedang kami terapkan. Jadi yang saya bawa kesini adalah pengalaman, tidak banyak hal belum yang saya lihat, trik-trik dimainkan lawan, kenyataan menjadi tuan rumah, semua sudah saya alami, pada 2015 piala dunia di kandang sendiri, saya sudah mengalami momen itu."

Bek kiri Timnas Indonesia Dean James
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

Dengan pengalaman yang dimilikinya,John Herdman berharap Timnas Indonesia dapat terus berkembang dan mengurangi kesalahan yang berpotensi menghambat perjalanan menuju Piala Dunia 2030.

Ia meyakini bahwa Timnas Indonesia telah memiliki modal utama berupa pemain-pemain berbakat. Tantangan berikutnya adalah membangun lingkungan, sistem, dan struktur yang mampu mendukung perkembangan mereka secara optimal.

"Jadi semua ini merupakan bagian dari perjalanan dan perkembangan kami, Indonesia memiliki bakat, kita punya mobil balapnya, kita sedang menyesuaikan lintasannya, dan sedang membangun tim pit beserta seluruh sistemnya."

Herdman pun menyampaikan keyakinannya bahwa Timnas Indonesia dapat memanfaatkan proses persiapan tersebut untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2030 dengan lebih matang.

"Kami akan siap menghadapi 2030, saat kualifikasi tiba, kami akan menuntaskannya."
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral