news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Eksklusif! Suasana Rumah Penggerebekan Teroris di Makassar | tvOne

Rabu, 6 Januari 2021 - 11:26 WIB
Reporter:

Makassar - Lokasi penggerebekan terduga teroris di Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, dijaga ketat pihak kepolisian. Polisi juga memasang garis polisi sekitar 10 meter dari lokasi penggerebekan.

Pantauan juga di lokasi kejadian, sejumlah kendaraan taktis milik Brimob Polda Sulsel beserta anggota yang berseragam dinas lengkap berwarna hitam dilengkapi senjata di tangan masing-masing anggota terlihat masih berjaga-jaga di sekitar perumahan tersebut. Nampak kendaraan ambulan dari tim Inafis juga ada di lokasi penggerebekan.

Berdasarkan pantauan, sejumlah warga juga berkerumun di dekat lokasi penggerebekan karena penasaran dengan peristiwa penggerebekan yang dilakukan polisi.

Berdasarkan informasi tim tvOne di lapangan, tim densus masuk ke lokasi penggerebekan di Villa Mutiara pada pukul 06.00 WITA. Saat melakukan penggerebekan, dua terduga teroris melakukan perlawanan, sehingga petugas menembak keduanya.

Sementara satu terduga teroris ditangkap dan diamankan ke Mapolda Sulsel. Ia tinggal berjarak sekitar tiga rumah dari kediaman dua terduga teroris yang ditembak. Polisi juga mengamankan sebuah kendaraan sepeda motor, serta sejumlah dokumen dan pakaian dari kediaman terduga teroris yang ditangkap.

Tim tvOne di lapangan mengkonfirmasi bahwa dua orang yang ditembak dan satu orang yang ditangkap merupakan buronan kasus pemboman gereja Jolo, Provinsi Sulu, Filipina tahun 2019 lalu. Terduga teroris yang ditembak Moh Rizaldy (46) dan Sanjai Ajis (23).

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono membenarkan, dua tersangka diduga kuat terafiliasi dengan dengan kelompok negara Islam (ISIS) sejak 2016. "Terlibat dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral, Jolo, Filipina," kata Argo melaluu keterangan resmi.

Bukan hanya itu, kata Argo, para tersangka juga turut membantu buronan Andi Baso yang turut beraksi dengan mengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu.

Berbagai aksi bom itu, diketahui merupakan ulah jaringan teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Argo menjelaskan, kedua tersangka mulai rutin melakukan latihan menembak sejak tahun lalu. "Mulai bulan Oktober 2020 secara rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung (idad)," ucap Argo. (ito)

(Lihat Juga: Kesaksian ketua RT saat penggerebekan teroris di Makassar)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral