Gempa Guncang Majene, Enam Korban Meninggal Dunia, 24 Terluka, 2 Ribu Warga Mengungsi | tvOne
Mamuju, Sulawesi Barat - Gempa dengan magnitudo 6,2 yang terjadi di wilayah Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), pada Jumat pukul 01.28 WIB menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Sekretaris Daerah Sulbar, Muhammad Idris mengungkapkan hingga pukul 10.00 WIB, tercatat enam orang meninggal dunia, 24 orang gluka-luka, dan 2 ribu warga terpaksa mengungsi ke tempat terbuka atau lebih tinggi.
“Untuk sementara sudah tercatat kurang lebih ada 6 korban jiwa yang dipastikan akibat dari gempa. Yang terluka kita belum memiliki data, tetapi di dalam proses evakuasi itu juga masih cukup banyak baik di Rumah Sakit Mitra Mamuju maupun yang ada di kantor gubernur. Saat ini kita mencoba mengevakuasi ada dua pegawai kita yang terperangkap gempa tadi malam,” ujar Idris.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati dalam siaran pers BNPB menyebutkan bangunan Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang berada di wilayah Kabupaten Mamuju mengalami kerusakan berat akibat gempa yang pusatnya berada di sekitar enam kilometer arah timur laut Majene.
BPBD juga melaporkan gempa memicu tanah longsor di tiga titik di sepanjang poros jalan Majene-Mamuju sehingga menyebabkan akses terputus dan mengakibatkan 62 rumah rusak, satu puskesmas, dan bangunan Kantor Danramil Malunda.
BPBD sudah mendata dan mengevakuasi warga yang terdampak bencana serta mendirikan tempat pengungsian. Menurut laporan BPBD korban bencana membutuhkan bantuan pangan pokok, selimut, tikar, tenda, terpal, serta pelayanan medis.
Tim Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan (Basarnas) Kabupaten Mamuju, langsung melakukan evakuasi terhadap sejumlah korban terdampak gempa.
"Setelah terjadi gempa sekitar pukul 02.30 WITA dini hari tadi, Basarnas Mamuju menerima laporan ada beberapa korban, sehingga kami menurunkan empat regu yang dibagi di beberapa titik," kata Kepala Sumber Daya Basarnas Mamuju,Arianto, saat dikonfirmasi di Mamuju, Jumat.
Saat ini tim Basarnas Mamuju sedang melakukan evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan di sejumlah perumahan, hotel dan gedung yang terdampak.
Sebelumnya, gempa dengan kekuatan 5,9 magnitudo juga terjadi di Mamuju pada hari Kamis, 14 Januari 2021 pukul 14:35 WITA.
Selanjutnya, gempa susulan terjadi dengan kekuatan 6,2 magnitudo pada Jumat dini hari, sekitar pukul 02.28 WITA. Lokasi gempa 2.98 LS, 118.94 BT (6 km Timur Laut Majene, Sulawesi Barat di kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut).
Gempa di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar, dari laporan yang diterima, dirasakan cukup kuat sekitar 5-7 detik. Masyarakat setempat panik dan keluar rumah. Sebagian besar warga masih berada di luar rumah mengantisipasi adanya gempa susulan, tetapi gempa itu tidak berpotensi tsunami.
Saat ini, BPBD Kabupaten Majene, Mamuju, Kabupaten Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian dan menyiapkan kebutuhan primer pengungsi, di antaranya sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, dan terpal.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa di Majene guncangannya dirasakan di daerah Majene dan Mamuju pada skala IV-V MMI serta Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, dan Mamasa pada skala III MMI.
Pada skala III MMI getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk berlalu.
Pada skala IV MMI getaran gempa pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.
Getaran pada skala V MMI dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat banyak orang terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar bergoyang. (act)