news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jurus Pramono Jinakkan Macet TB Simatupang

Rabu, 24 September 2025 - 14:19 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Kemacetan parah di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang sempat dijuluki “macet horor” oleh pengendara, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. 

Uji coba rekayasa lalu lintas yang dilakukan sejak 15–19 September lalu terbukti mampu menurunkan tingkat kemacetan hingga 17,15% dan meningkatkan kinerja lalu lintas sebesar 18,65%.

Atas hasil tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum memutuskan untuk memperpanjang rekayasa lalu lintas hingga Oktober 2025.

Sejumlah pengendara mengaku merasakan perubahan signifikan. “Wah, macet banget parah. Setelah ada rekayasa lalu lintas ini jadi lebih lancar, hemat waktu juga,” ujar seorang pengendara. 

Meski demikian, sebagian warga tetap mengeluhkan penyempitan jalur akibat proyek galian di sepanjang jalan, yang menjadi salah satu penyebab utama kemacetan.

Tim lapangan sempat mencoba langsung jalur alternatif hasil rekayasa, seperti Fatmawati 2 hingga Lebak Bulus. Perjalanan yang biasanya memakan waktu lebih lama kini bisa ditempuh hanya 2–4 menit.

Kendati terbukti ampuh dalam jangka pendek, sejumlah pengamat kebijakan publik menilai rekayasa lalu lintas hanya bersifat sementara.

Ia menekankan pentingnya optimalisasi transportasi publik sebagai jalan keluar yang berkelanjutan.

Meski rekayasa lalu lintas memberi efek positif, penyempitan jalan akibat proyek galian masih menjadi sumber utama kemacetan. 

Kondisi ini tidak hanya terjadi di TB Simatupang, tetapi juga mulai merembet ke kawasan Cawang, yang kini viral karena mengalami kemacetan serupa.

DPRD DKI Jakarta mendesak agar solusi jangka panjang diarahkan pada penguatan transportasi publik. 

Ia menegaskan, tanpa koordinasi lintas lembaga dan pengendalian proyek galian, rekayasa lalu lintas hanya akan menjadi solusi kosmetik yang tidak menyentuh akar masalah.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

13:09
02:19
02:08
06:57
02:02
00:48

Viral