Demokrat Bantah Keras SBY Terlibat Dalam Kasus Ijazah Jokowi
Jakarta, tvOnenews.com - Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak terlibat dalam isu pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan itu disampaikan Herzaky di tengah usaha penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera, di mana fokus publik seharusnya lebih pada bantuan kemanusiaan daripada narasi politik yang tidak berdasar.
Herzaky menyayangkan munculnya tuduhan yang mengaitkan nama SBY dengan isu pemalsuan ijazah Jokowi, yang menurutnya merupakan misinformasi yang tidak benar dan berpotensi mengalihkan perhatian publik dari upaya penanganan bencana.
Dia menegaskan bahwa isu-isu semacam itu hanya menambah kegaduhan politik di saat energi bangsa seharusnya diarahkan untuk membantu para korban bencana.
“Belakangan juga muncul misinformasi terhadap Pak SBY. Mulai dari rumor terkait kondisi kesehatan beliau, hingga beliau dituduh terlibat dalam isu pemalsuan ijazah Pak Jokowi. Isu-isu tersebut tidak benar,” ujar Herzaky kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).
Ia menambahkan bahwa fokus dan perhatian seluruh pihak saat ini seharusnya tertuju pada penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak, bukan narasi politik yang belum tentu akurat.
Herzaky kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya, serta mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan di atas segalanya.
Partai Demokrat juga sempat melayangkan somasi kepada akun media sosial tertentu yang diduga menyebarkan isu yang menyeret nama SBY dalam isu pemalsuan ijazah Jokowi, sebagai langkah untuk menegakkan tanggung jawab dalam bermedia dan melawan penyebaran fitnah.
Kasus isu pemalsuan ijazah Presiden Jokowi sendiri sebelumnya sempat beredar di ruang publik dan media sosial, namun otoritas kepolisian serta pihak universitas terkait telah beberapa kali menolak tuduhan tersebut dan menegaskan keaslian dokumen pendidikan Jokowi setelah dilakukan sejumlah pemeriksaan.