Banjir Pekalongan Meluas, Jumlah Pengungsi Terus Bertambah
Pekalongan, tvOnenews.com - Banjir yang melanda wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, hingga kini terus meluas dan berdampak pada meningkatnya jumlah warga yang mengungsi. Kondisi tersebut membuat sejumlah titik pengungsian penuh, bahkan sebagian warga terpaksa tidur di area parkir karena keterbatasan tempat.
Salah satu lokasi pengungsian berada di Masjid Alkaramah. Di tempat ini, sebanyak 330 warga mengungsi. Namun, para pengungsi masih mengeluhkan keterbatasan kebutuhan dasar, seperti alas tidur, obat-obatan, serta perlengkapan dan kebutuhan anak-anak.
Sementara itu, aula Kecamatan Pekalongan yang juga difungsikan sebagai lokasi pengungsian kini tidak lagi mampu menampung tambahan pengungsi. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa bermalam di area parkir depan kantor kecamatan. Di lokasi ini, jumlah pengungsi tercatat mencapai sekitar 450 orang.
Secara keseluruhan, dari sembilan titik pengungsian yang tersedia, jumlah pengungsi akibat banjir di Pekalongan telah mencapai 1.472 orang. Pemerintah Kota Pekalongan terus mengupayakan penambahan lokasi pengungsian, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, seperti konsumsi, air bersih, serta layanan kesehatan.
Sementara itu, peristiwa kecelakaan kereta api terjadi di jalur rel KM 475, petak Kutoarjo–Purworejo, tepatnya di Desa Lugu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Seorang perempuan bernama Siti Marsidah (44) tewas setelah tertabrak kereta api. Korban mengalami luka parah dan fraktur di sejumlah bagian tubuhnya.
Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga melintas di perlintasan setapak dan tidak menyadari adanya kereta api yang melaju sehingga tertabrak. Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi bersama tim medis untuk mengevakuasi korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian menyimpulkan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan murni dan tidak ditemukan adanya unsur lain.