Teror Binatang Liar, Belasan Kambing Warga Ditemukan Tewas
Madiun, tvOnenews.com - Teror binatang buas yang menyerang hewan ternak meresahkan warga di sejumlah desa di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dalam dua pekan terakhir, puluhan kambing milik warga dilaporkan terluka hingga mati diduga akibat serangan hewan liar.
Serangan terjadi di beberapa desa, di antaranya Desa Ngeranget dan Desa Padas. Di Desa Ngeranget, seekor kambing milik Parminto ditemukan dalam kondisi luka parah pada Rabu (21/1/2026) pagi. Bagian perut kambing tersebut sobek, sementara kepalanya juga mengalami luka, meski hewan itu masih hidup.
Selain itu, serangan serupa juga terjadi di Desa Padas. Seekor kambing milik warga bernama Mbah Bejo mengalami luka di bagian telinga sebelah kanan. Sementara beberapa ternak lainnya sebelumnya dilaporkan mati dan telah dikuburkan oleh pemiliknya.
Menurut keterangan warga, teror ini bukan kali pertama terjadi. Dua pekan lalu, serangan serupa juga terjadi dan menyebabkan dua ekor kambing mati. Hingga kini, total ternak yang dilaporkan mati akibat serangan tersebut mencapai sekitar 15 ekor dengan lokasi kejadian yang berbeda-beda.
Warga mengaku belum mengetahui secara pasti jenis hewan yang menyerang ternak mereka. Namun, berdasarkan jejak kaki yang ditemukan di sekitar kandang, kuat dugaan pelaku merupakan kawanan anjing liar atau anjing hutan yang berasal dari kawasan hutan sekitar desa. Jejak kaki tersebut terlihat cukup besar dan ditemukan di sekitar kandang ternak yang berada jauh dari permukiman warga.
Aparat desa bersama pihak terkait telah melakukan pengecekan di lapangan. Dari hasil pemantauan sementara, ditemukan indikasi kuat adanya jejak hewan liar yang diduga anjing. Pemerintah desa berencana berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Peternakan, untuk penanganan lebih lanjut.
Untuk mengantisipasi meluasnya serangan, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat konstruksi kandang agar lebih rapat dan aman.
Selain itu, penjagaan di sekitar kandang, terutama pada malam hari, diminta lebih intensif mengingat banyak kandang ternak berada cukup jauh dari permukiman, sekitar 100 hingga 150 meter dari rumah warga.
Warga berharap ada langkah cepat dari pihak berwenang guna mencegah terulangnya serangan dan melindungi ternak mereka dari ancaman hewan liar.