Tim SAR Kerahkan Anjing Pelacak Cari Korban Longsor di Cisarua
Bandung Barat, tvOnenews.com - Tim gabungan TNI, Polri, dan Basarnas kembali melanjutkan pencarian puluhan korban tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga kini, sebanyak 79 orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Operasi SAR dilakukan dengan menyisir puing reruntuhan rumah serta bantaran sungai di Desa Pasirlangu. Pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai setelah tim belum menemukan titik terang di lokasi terakhir para korban dilaporkan.
Untuk memperluas jangkauan, tim SAR menggunakan bantuan pemetaan udara melalui drone. Selain itu, anjing pelacak juga diterjunkan untuk mendeteksi keberadaan korban yang diduga masih tertimbun material longsoran.
Kondisi cuaca yang cepat berubah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian. Area longsor membentang sepanjang kurang lebih dua kilometer, dari mahkota longsor hingga lidah longsor, sehingga menyulitkan evakuasi.
Pada operasi hari pertama, sebanyak 12 kantung jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Dari jumlah tersebut, enam jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Memasuki operasi SAR hari kedua, proses pencarian sempat dihentikan sementara setelah longsor susulan terjadi. Saat itu, pencarian baru berlangsung sekitar tiga jam.
Meski demikian, tim kembali menemukan dua korban dalam keadaan meninggal dunia. Korban terdiri dari seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun dan seorang pria dewasa yang diduga memiliki hubungan ayah dan anak. Keduanya ditemukan satu jam setelah operasi hari kedua dimulai.
Jenazah korban kemudian dibawa ke posko DVI di Puskesmas Pasirlangu untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Hingga saat ini, total 16 kantung jenazah telah berhasil dievakuasi. Sebanyak sembilan korban telah teridentifikasi, sementara tujuh lainnya masih dalam proses identifikasi.
Data sementara mencatat sedikitnya 12 orang meninggal dunia akibat bencana longsor tersebut, sementara pencarian terhadap 79 korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.