Kericuhan Pecah! Warga Bentrok Depan Ponpes, Pimpinan Diduga Cabuli Santriwati
Muna Barat, tvOnenews.com - Bentrokan pecah saat puluhan warga menggeruduk Pondok Pesantren Darul Mukhlasin As-Saniy di Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat.
Aksi warga dipicu dugaan kasus pencabulan yang melibatkan pimpinan pondok pesantren berinisial JM terhadap sejumlah santriwati.
Puluhan aparat kepolisian dikerahkan untuk meredam kericuhan ketika warga memaksa masuk ke area pesantren.
Aksi tersebut mendapat perlawanan dari orang tua santri dan pengurus pondok, sementara sejumlah santri terlihat panik dan histeris di tengah situasi yang memanas.
Meski sempat diredam, warga kembali melakukan aksi anarkis dengan merusak dan membakar jembatan yang menjadi akses menuju pesantren. Polisi terus berupaya mengendalikan situasi agar tidak meluas.
Kasus dugaan pencabulan diketahui telah dilaporkan ke Polres Muna sejak tahun lalu. Jumlah korban diduga bertambah hingga empat orang, sementara terduga pelaku belum ditahan.
Selain itu, yayasan pengelola pesantren mengakui belum memiliki izin operasional untuk kegiatan pendidikan.
Menyikapi situasi tersebut, DPRD Muna Barat menggelar rapat bersama pihak pesantren, kepolisian, dan Kementerian Agama.
Dalam rapat tersebut disepakati penutupan sementara aktivitas Pondok Pesantren Darul Muklasin Asyani hingga proses hukum berjalan dan terdapat kepastian hukum. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah setempat.