WN Malaysia di NTB Ditelantarkan Suami Hingga Merasakan Kemiskinan Ekstrem
Mataram, tvOnenews.com - Kisah Norida Akmal Ayub, perempuan asal Malaysia yang viral disebut hidup miskin setelah ditelantarkan suaminya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memicu perhatian publik di dua negara.
Namun pemerintah daerah dan keluarga mantan suaminya membantah narasi penelantaran tersebut.
Norida dijemput pemerintah Malaysia pada 14 Februari lalu setelah tinggal di Lombok selama 18 tahun. Ia sebelumnya menikah dengan pria Lombok bernama Badi pada 2005 di Thailand karena kendala administrasi pernikahan beda negara di Malaysia.
Setelah menikah, pasangan ini sempat tinggal di Malaysia, kemudian menetap di Sumatera Selatan sejak 2007 sebelum akhirnya pindah ke Lombok pada 2021.
Rumah tangga keduanya berakhir pada 2024 setelah Badi menikah lagi. Sejak perceraian, Norida disebut bekerja untuk menyambung hidup sebelum memutuskan pulang ke Malaysia.
Keluarga mantan suami menegaskan Norida tidak pernah ditelantarkan. Mereka menyebut hubungan keluarga tetap baik setelah perceraian dan Badi masih memberi nafkah. Bahkan Badi disebut memberikan uang Rp20 juta untuk membantu biaya kepulangan Norida ke Malaysia.
Pernyataan serupa disampaikan aparat desa setempat yang menilai narasi penelantaran tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurut mereka, Norida sempat tinggal bersama keluarga mantan suaminya dan bekerja di sebuah rumah makan di Lombok selama beberapa bulan.
Pemerintah Provinsi NTB juga membantah kabar Norida hidup sebagai tukang sapu jalanan. Pemprov menyebut Norida dan anak-anaknya tetap mendapat dukungan, termasuk bantuan sosial dari pemerintah.
Anak pertama pasangan tersebut bahkan sempat mendapat beasiswa Bidikmisi di Universitas Mataram sebelum berhenti kuliah setelah perceraian orang tuanya. Anak kedua masih bersekolah di SMK di Lombok bersama keluarga ayahnya.
Dengan kepulangan Norida ke Malaysia, pemerintah daerah berharap polemik yang berkembang di media sosial dapat diluruskan.