news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Diselimuti Gelombang Buih Tebal, Sungai Tambak Wedi Tercemar | tvOne

Minggu, 21 Maret 2021 - 13:22 WIB
Reporter:

Surabaya, Jawa Timur - Sungai di Tambak Wedi, Surabaya tercemar fosfat dan klorin dan membuat habitat sungai rusak. Para nelayan mengeluh sulit mendapatkan ikan di sungai yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya.

Sungai Tambak Wedi Surabaya dipenuhi dengan busa putih. Air sungai yang berbusa ini keluar dari rumah pompa dan mengalir terus ke muara sungai hingga ke laut Selat Kenjeran.

Sungai Tambak Wedi yang berdekatan dengan laut Selat Madura ini telah tercemar oleh fosfat dan klorin kandungan tinggi.

Kondisi sungai yang berbusa ini sebenarnya sudah terjadi sejak 3 tahun terakhir. Namun belakangan ini busa di sungai semakin banyak.

Nelayan yang menggantungkan hidupnya di sungai ini resah, pasalnya dengan banyaknya busa mereka kesulitan mencari ikan.

Parmin yang merupakan salah satu nelayan yang terbiasa mencari ikan di sungai Tambak Wedi berkata bahwa dengan banyaknya busa menyulitkannya mencari ikan.

“Ikan-ikan gak mau masuk ke sungai ini jadi sekarang mencari ikan harus lebih jauh,” ujar Parmin.

Dari hasil penelitian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya, air sungai Tambak wedi mengandung kandungan fosfat dan klorin yang sangat tinggi. 

Hal ini tentunya berbahaya bagi ekosistem di sungai, seperti ikan yang tidak bisa berkembang.

Busa yang mencemari sungai Tambak Wedi biasanya muncul jika pompa air mulai beroperasi, dan biasanya pompa akan dioperasikan ketika air laut pasang. 

Menurut Dewantari Putri Abadi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah yang meneliti kandungan air di Tambak Wedi kandungan fosfatnya sebesar 45 part per milion (ppm). Sementara untuk TDS mencapai 4.015 hingga 5.012 ppm. 

"Padahal untuk baku mutu air sungai parameter TDS nya harus lebih kecil 1.500 ppm," kata Putri.

Senyawa fosfat dapat menghambat penguraian bahan-bahan organik di perairan. Selain itu busa yang mengapung di permukaan air akan menghalangi matahari menembus air. Hal ini tentu mengganggu fotosintesis biota air.

Selain itu, kandungan klorin yang tinggi juga dapat membahayakan biota air. Klorin sendiri sering digunakan untuk membunuh bakteri, namun kadar klorin yang tinggi akan membahayakan ekosistem perairan. Ikan yang hidup di perairan dengan kadar klorin yang tinggi sangat berbahaya apabila dikonsumsi. (awy)

 

Lihat juga: Diterjang Arus Sungai, Jembatan di Sumedang Ambruk Tak Bersisa

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:01
01:37
02:12
03:18
08:28
02:19

Viral