news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Diterjang Arus Sungai, Jembatan di Sumedang Ambruk Tak Bersisa | tvOne

Minggu, 21 Maret 2021 - 17:25 WIB
Reporter:

Jembatan penghubung 3 desa di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang ambruk, ambruknya jembatan ini disebabkan dengan konstruksi bangunan yang buruk dan tersapu air sungai Cisugan yang meluap. Diketahui jika jembatan tersebut merupakan akses utama pertanian di 3 desa.

Jembatan Kalapa Dua yang menghubungkan 3 desa di Kecamatan Sumedang Utara, Jawa Barat ambruk pada hari Kamis (18/3) lalu. Jembatan sepanjang 28 meter dan lebar 1,2 meter ini tidak bisa dimanfaatkan lagi. Padahal jembatan ini baru berusia 3 tahun.

“Tadi sore pas jam 5 mengontrol banjir ada air besar dan ada kayu serta bambu yang menabrak jembatan,” ungkap Ade Wahidin salah seorang warga.

Berdasarkan keterangan Ade, jembatan selesai dibuat pada tahun 2018. Selain itu, warga berharap pemerintah segera membangun jembatan kembali karena banyak warga yang memerlukannya untuk akses pertanian.

Sementara itu, kejadian serupa pun terjadi di Sumatera Barat. Jembatan di Jorong Tiga Rambah, Nagari Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), putus total akibat diterjang banjir dan butuh dana perbaikan sekitar Rp400 juta.

"Putusnya jembatan tersebut pada Januari 2021, waktu itu hujan sangat deras, akhirnya diterjang banjir mengakibatkan jembatan ambruk," kata Wali Nagari Lansek Kadok, Antoni di Lansek Kadok, Kamis.

Putusnya jembatan mengakibatkan transportasi roda dua dan pejalan kaki tidak bisa lewat. "Jembatan itu satu-satunya menghubungkan antar Jorong Tiga Rambah ke lahan pertanian, perkebunan serta perikanan milik warga setempat," katanya.

Selain Jorong Tiga Rambah, ada Jorong Lansek Kadok dan Jorong Koto Panjang yang terdampak. Ketiga Jorong tersebut jumlah kepala keluarga (KK) sekitar 1.000 KK," katanya.

Pihaknya telah menyampaikan masalah jembatan ke pihak BPBD Pasaman untuk segera diperbaiki. Meski begitu, salah seorang warga Jorong Tiga Rambah Syafrianto mengatakan terputusnya jembatan sepanjang 15 meter menyulitkan masyarakat untuk membawa hasil pertanian dan lainnya.

Mengangkut hasil pertanian biaya transportasi roda dua menjadi mahal yakni Rp60 ribu per hari dan itu pun harus memutar mencari jembatan lain sejauh tiga kilometer. Sebelum jembatan terputus, biaya transportasi per hari hanya Rp15 ribu. Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman agar segera memperbaiki jembatan karena dibutuhkan sekali oleh masyarakat. (adh)

 

Lihat juga: Diselimuti Gelombang Buih Tebal, Sungai Tambak Wedi Tercemar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:01
01:37
02:12
03:18
08:28
02:19

Viral