Gambar Sketsa Orang, Polisi Olah TKP Tabrak Lari di Kelapa Gading | tvOne

Jumat, 26 Maret 2021 - 17:59 WIB

Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan simulasi hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang ketiga kalinya terkait kasus tabrak lari terhadap satu keluarga di Kelapa Gading, Jakarta Utara, ke dalam format tiga dimensi (3D) pada Jumat, 26 Maret 2021. Format 3D tersebut dapat menampilkan sketsa pergerakan kendaraan yang dikemudikan pelaku hingga akhirnya menabrak korban menggunakan metode analisis kecelakaan lalu lintas atau Traffic Accident Analysis (TAA).

"Jadi nanti bisa dilihat, karena (olah TKP) kali ini bukan rekonstruksi tapi simulasi, jadi nanti dari hasil 3D itu kami lihat bagaimana gerakan dari kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas tersebut," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat ditemui usai meninjau proses olah TKP kasus tabrak lari di Jalan Kelapa Cengkir, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat.

Sketsa yang dihasilkan dari metode TAA itu akan dikombinasikan dengan alat bukti lainnya yang diperoleh dari TKP seperti rekaman kamera pengawas (CCTV) agar semakin menguatkan penggambaran proses tabrak lari tersebut.

"Jadi dengan alat ini, bantuan sketsa-sketsa TKP, dengan bantuan rekaman CCTV yang ada, kami bisa mensimulasikan bagaimana kejadiannya," ujar Sambodo.

Sambodo mengatakan bahwa akurasi metode TAA tersebut cukup baik. Pasalnya, alat serupa telah digunakan untuk penanganan kasus-kasus kecelakaan lalu lintas lainnya.

"Alat ini sudah kami gunakan berkali-kali, termasuk dalam perkara kemarin, perkara tabrak lari yang di Bundaran Hotel Indonesia, perkara yang di Pasar Minggu dan akurasinya sangat baik," kata dia.

Tidak satu kali pun tersangka dihadirkan dalam tiga kali proses olah TKP kasus tabrak lari terhadap satu keluarga pada Minggu (21/3).

Dari kecelakaan tersebut, tiga korban mengalami luka-luka, di antaranya dua orang luka ringan dan satu orang mengalami luka berat. 

"Alhamdulillah, Rabu, pelaku sudah bisa kami dapatkan dan tabrak lari ini bisa kita ungkap. Dari hasil olah TKP yang ketiga dengan menggunakan teknik TAA dan juga dengan bantuan rekaman CCTV yang didapatkan dari hasil olah TKP yang kedua," katanya.

Ditlantas Polda Metro Jaya mencocokkan kembali posisi-posisi awal dan posisi-posisi akhir baik korban maupun kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan.

"Mudah-mudahan dengan TAA itu, kami juga segera dapat mengungkap kecepatan dari kendaraan Mercedes Benz hitam yang dikemudikan pelaku pada saat sebelum dan pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas tersebut," kata Sambodo.

Bukan Mobil Pejabat

Polisi juga memastikan kendaraan dengan nomor polisi B 2388 RFQ yang terlibat tabrak lari terhadap anak berusia sembilan tahun di Kelapa Gading bukan kendaraan dinas pejabat.

"RF itu juga belum tentu mobil pejabat," kata Sambodo.

Dia menjelaskan bahwa memang betul plat nomor polisi RF kerap digunakan untuk kendaraan dinas pejabat.

Namun yang harus diperhatikan adalah angka pertama dari plat RF tersebut. Pada umumnya plat RF yang digunakan pejabat diawali dengan angka 1.

"Karena ada yang kita lihat nanti yang kepala 1 dan kepala 2. Rata-rata memang betul-betul yang di depannya angka 1," katanya.
Sambodo menambahkan bahwa hasil tes urine pelaku tabrak lari di kawasan Kelapa Gading negatif narkoba dan alkohol.

"Hasil cek urinenya sudah keluar, negatif baik narkoba maupun alkohol," ujar Sambodo saat ditemui usai meninjau proses olah TKP.

Menurut Sambodo, tersangka juga awalnya mengaku tidak mabuk saat diperiksa oleh penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara.

Namun petugas tetap mengecek lagi kebenaran pengakuan tersebut dengan tes urine yang hasilnya negatif alkohol maupun narkoba.

"Pengakuan tersangka memang tidak mabuk. Tapi ini kami kroscek dengan hasil cek urine yang memang mengatakan alkoholnya negatif," kata Sambodo.

Pelaku diketahui berinisial MRK (21) dan berprofesi sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi.

Mobil Mercedes Benz berplat nomor B 2388 RFQ yang dikemudikan pelaku saat peristiwa nahas itu pun telah ditemukan penyidik dan disita sejak Selasa (23/3) malam.

"MRK usia 21 tahun, mengemudikan mobil itu atas nama keluarganya," kata Sambodo. (act/ant)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
01:54
01:38
00:54
01:06
02:40
02:12
Viral