Hormati Nyepi, Umat Muslim di Bali Tarawih Jalan Kaki dengan Penerangan Minim
Jakarta, tvOnenews.com - Umat muslim di Bali menjalankan salat tarawih terakhir Ramadan dalam suasana berbeda, bertepatan dengan malam Hari Raya Nyepi.
Di sekitar Masjid Raya Baiturrahmah, Dusun Wanasari, Denpasar, jamaah datang dengan berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi.
Menjelang waktu Isya, warga mulai berdatangan secara tertib dan tenang. Hal ini dilakukan karena saat Nyepi, aktivitas di luar rumah dibatasi, termasuk penggunaan kendaraan dan kebisingan.
Di dalam masjid, ibadah tetap berlangsung khusyuk meski dalam keterbatasan. Lampu hanya dinyalakan secukupnya dan pengeras suara tidak digunakan keluar area masjid, mengikuti aturan Nyepi yang menekankan keheningan.
Selain salat tarawih, warga juga menunaikan zakat fitrah dalam suasana minim penerangan. Kondisi ini menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun tetap dijalani dengan penuh kesadaran dan rasa hormat.
Sejumlah jamaah mengaku sudah terbiasa hidup berdampingan dengan tradisi lokal di Bali, sehingga penyesuaian seperti ini dianggap sebagai bagian dari menjaga kerukunan antarumat beragama.
Pada malam Nyepi, seluruh Pulau Bali memang berada dalam kondisi gelap gulita. Lampu penerangan dimatikan, kecuali di fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor kepolisian.
Momen ini pun menjadi gambaran nyata toleransi di Bali, di mana umat muslim tetap dapat menjalankan ibadah dengan khidmat tanpa mengganggu kekhusyukan umat Hindu yang menjalankan Nyepi.