news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengamat HI: Iran Hanya Membela Rakyatnya Ini Perang yang Dipaksa AS dan Israel

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:47 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai ruang diplomasi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih belum menemukan titik temu meski wacana negosiasi terus bergulir. 

Hal ini terlihat dari masih berlangsungnya serangan militer di tengah pembahasan tuntutan dari kedua pihak.

Menurutnya, pernyataan yang muncul dari berbagai pihak sering kali tidak sinkron. Amerika Serikat, Iran, maupun negara lain mengeluarkan informasi berbeda, sehingga sulit memastikan arah diplomasi yang sebenarnya.

Ia menyebut Iran juga masih menyimpan ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat. Hal itu dipicu oleh serangan militer yang terjadi sebelumnya, sehingga Iran menilai negosiasi sulit dilakukan tanpa adanya jaminan keamanan.

Di sisi lain, Amerika Serikat mengajukan 15 tuntutan kepada Iran, antara lain terkait penghentian program nuklir, pengawasan internasional, serta pengaturan keamanan di kawasan Selat Hormuz. Namun Iran menilai tuntutan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

Iran juga disebut menganggap pengawasan Selat Hormuz sebagai isu sensitif karena wilayah tersebut secara hukum internasional berada di bawah Iran dan Oman. 

Bagi Iran, keterlibatan pihak luar dalam pengelolaan kawasan tersebut dinilai sebagai ancaman terhadap kedaulatan.

Pengamat menilai perbedaan persepsi tersebut membuat negosiasi sulit berkembang. Iran memandang konflik sebagai bentuk pertahanan diri, sementara Amerika Serikat dan sekutunya menilai langkah Iran berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

Perbedaan sikap negara-negara dunia juga turut memengaruhi dinamika konflik. Sebagian negara menilai Iran sebagai pihak yang memicu ketegangan, sementara pihak lain menganggap konflik dipicu oleh serangan awal terhadap Iran.

Dengan kondisi tersebut, peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat dinilai masih kecil. 

Proses diplomasi diperkirakan akan berjalan panjang seiring perbedaan kepentingan dan tuntutan yang masih jauh dari kata sepakat.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral