GERAM! Jusuf Kalla Secara Tegas Mengutuk Pemboman Gereja di Makassar | tvOne
Jakarta – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla yang juga merupakan tokoh Makassar mengutuk keras insiden bom bunuh diri gi Gereja Katedral Makassar. JK berharap petugas mengungkap siapa di balik pemboman tersebut.
"Atas nama Dewan Masjid Indonesia menyampaikan rasa duka dan juga mengutuk kejadian bom di Makassar. Semua agama tidak mempunyai suatu ajaran yang bisa menyebabkan terjadinya hal seperti itu," kata Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla mengatakan serangan teror di Gereja Katedral Makassar merupakan aksi kriminal yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Ia juga menegaskan bahwa aksi teror atas nama agama, tidak dapat dibenarkan dan ditoleransi.
"Kita tidak bisa menoleransi segala bentuk teror, karena dalam agama apa pun tindakan itu tidak dibenarkan," ujar dia.
Karena itu, ia mendorong kepolisian segera mengusut tuntas aksi tersebut, dan mencari dalang di balik serangan teror di Gereja Katedral Makassar.
"Kepolisian cepat mengatasi dan mencari pelakunya, atau siapa yang di belakang kejadian ini, karena ini merupakan kriminal yang sangat tinggi dan juga mencederai kemanusiaan," ujar Jusuf Kalla menegaskan.
JK mengatakan Gereja Katolik Katedral Makassar berada di lokasi yang dekat dengan banyak fasilitas umum. Peristiwa serangan bom tersebut tentu membahayakan dan menimbulkan ketakutan bagi masyarakat sekitar, khususnya yang sedang beribadah.
“Memang Katedral itu dikelilingi sekolah-sekolah, karena hari Minggu tentu tidak ada kegiatan sekolah di sana, tetapi ini sangat berbahaya untuk jemaah yang sedang beribadah,” tukasnya.
Jusuf Kalla, yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), turut berharap situasi di Makassar kembali tenang dan para korban luka-luka segera pulih. "Mudah-mudahan korban dapat segera sembuh, dan mudah-mudahan kepolisian (dapat segera mengembalikan, Red) rasa aman bagi masyarakat," kata Jusuf Kalla menambahkan.
Bom meledak di pintu gerbang Gereja Katedral, di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Minggu (28/3) pagi. Tidak lama setelah kejadian, kepolisian mengerahkan anggota ke lokasi dan melakukan penyisiran di lokasi ledakan. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menganalisa ledakan tersebut berdaya ledak tinggi atau high explosive. (ito)
(Lihat Juga: Polisi gerebek persembunyian terduga teroris di Condet Jakarta Timur)