24.980 Tim Gabungan Mengamankan Peringatan Hari Buruh
Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan skala besar dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday 2026 yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
Sebanyak 24.980 personel gabungan dari Polri, TNI, dan pemerintah daerah dikerahkan untuk mengawal jalannya kegiatan agar berlangsung aman dan kondusif.
Perayaan utama dipusatkan di kawasan Monas, sementara penyampaian aspirasi diperkirakan juga berlangsung di sejumlah titik lain, termasuk di depan Gedung DPR MPR RI serta Kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta.
Kepolisian menyatakan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
Sejak pagi hari, bus yang mengangkut peserta dari berbagai daerah mulai memadati kawasan sekitar Monas.
Kendaraan tersebut secara bergantian menurunkan penumpang di titik-titik yang telah ditentukan. Diperkirakan sekitar 4.000 bus terlibat dalam mobilisasi massa pada peringatan tahun ini.
Untuk mengantisipasi kepadatan, sejumlah kantong parkir telah disiapkan di beberapa lokasi, di antaranya Kemayoran, Pancoran, dan kawasan Gelora Bung Karno.
Kepadatan lalu lintas sempat terjadi di ruas Jalan Medan Merdeka Tenggara akibat tingginya volume kendaraan dan arus kedatangan peserta.
Hingga pagi hari, belum dilakukan penutupan jalan secara resmi, meskipun arus kendaraan terpantau melambat di sejumlah titik.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk menghindari kawasan pusat kegiatan guna mengurangi potensi kemacetan.
Informasi terbaru terkait kondisi lalu lintas dan pengamanan disampaikan secara berkala melalui media sosial dan kanal resmi kepolisian.
Perayaan Mayday tahun ini dijadwalkan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto direncanakan menghadiri acara tersebut.
Perubahan lokasi kegiatan dari rencana awal di Gedung DPR RI ke Monas dilakukan setelah adanya komunikasi antara pimpinan serikat buruh dan pemerintah.
Dalam momentum ini, buruh menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru, penghapusan sistem outsourcing, perlindungan terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja akibat dinamika ekonomi global, serta reformasi kebijakan perpajakan termasuk penghapusan pajak atas tunjangan hari raya dan pesangon.